Madinah (MAN 2 Bantul) — Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, yang juga bertugas sebagai Ketua Kloter 7 Bantul, mengikuti sekaligus memimpin rapat koordinasi pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Hotel Saja Al Madinah.
Rapat ini merupakan rapat bersama para ketua rombongan yang diikuti oleh lima petugas haji dari Kloter 7 dan Kloter 9. Pertemuan ini membahas dua agenda utama, yakni teknis kunjungan ke Raudhoh dan pelaksanaan city tour bagi jemaah.
Dalam arahannya, Nur Hasanah Rahmawati menegaskan pentingnya koordinasi dan kesiapan seluruh petugas demi kelancaran ibadah jemaah selama di Madinah.
Dalam pembahasan terkait kunjungan Raudhoh, disampaikan bahwa kuota yang diberikan melalui tasrih dari pihak syarikah tidak mencukupi untuk seluruh jemaah yang berjumlah 360 orang. Kondisi ini juga terjadi pada kloter-kloter sebelumnya, dengan jumlah kuota yang bervariasi, seperti 50, 75, 90, hingga 150 orang.
Sebagai solusi, rapat menyepakati beberapa langkah strategis. Kuota yang diperoleh akan diprioritaskan bagi jemaah pengguna kursi roda, lansia, dan mereka yang memiliki uzur. Selain itu, informasi terkait tasrih seringkali disampaikan secara mendadak, bahkan hanya satu jam sebelum waktu pelaksanaan, sehingga diperlukan kesiapan maksimal dari seluruh pihak.
Bagi jemaah non-prioritas, dianjurkan untuk mendaftar kunjungan Raudhoh melalui aplikasi Nusuk. Dalam satu akun, pendaftaran dapat mencakup hingga empat orang dalam satu kali pemesanan. Jadwal kunjungan juga telah ditentukan berdasarkan jenis kelamin, yaitu untuk laki-laki pada pukul 11.00–20.00 WAS dan 02.00–05.00 dini hari, sedangkan untuk perempuan pada pukul 05.00–11.00 dan 20.00–02.00 WAS. Teknis penggunaan aplikasi Nusuk telah disosialisasikan kepada para ketua rombongan.
Selain itu, rapat juga membahas agenda city tour yang dijadwalkan pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini akan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Madinah, seperti Jabal Uhud, Masjid Quba, kebun kurma, Masjid Kiblatain, dan Sabkha.
Ketua Kloter mengimbau seluruh jemaah untuk berwudhu sebelum mengikuti city tour, khususnya untuk persiapan salat di Masjid Quba. Mengingat jadwal dari syarikah bersifat tetap dan tidak dapat ditunda, seluruh jemaah diminta sudah berkumpul di lobi hotel pada pukul 05.30 WAS setelah salat Subuh, dalam kondisi siap dan mengenakan batik Bantul.
Untuk konsumsi, makan pagi akan dibawa ke dalam bus dan dikoordinasikan oleh ketua regu yang bertugas sesuai jadwal.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan ibadah dan ziarah jemaah Kloter 7 Bantul dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. (ith)






