Guru Sejarah MAN 2 Bantul Hadiri Sosialisasi Kepakualaman, Perkuat Wawasan Budaya

Bantul (MAN 2 Bantul) — Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Sejarah dan Nilai-Nilai Kepakualaman” sukses diselenggarakan pada Selasa (21/4/2026) di Mandhala Sabha Pracima, Gedung Induk Parasamnya yang beralamat di Jalan WR. Monginsidi No. 1 Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah serta nilai-nilai luhur yang berkembang di lingkungan Kadipaten Pakualaman.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Bantul, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga MA. MAN 2 Bantul turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan mengirimkan perwakilan guru sejarah, yaitu Hardi Santoso.

Acara menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Ndoyodipuro dan KRMT Projokusumo. Dalam pemaparannya, Ndoyodipuro menjelaskan sejarah Kadipaten Pakualaman, mulai dari latar belakang berdirinya hingga peran strategisnya dalam perjalanan sejarah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara itu, KRMT Projokusumo menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal dengan kekayaan budaya tradisinya yang bersumber dari dua pusat utama, yaitu Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. “Sumber budaya tradisi di Yogyakarta itu ada dua, yakni di Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Keduanya menjadi pilar utama dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Jawa,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan pentingnya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.
Tradisi bukan untuk ditinggalkan, tetapi untuk dirawat dan disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai aslinya,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan penuh antusiasme. Peserta mengikuti setiap materi dengan seksama serta aktif dalam sesi diskusi interaktif. Menanggapi kegiatan tersebut, Hardi Santoso menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.
Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi dunia pendidikan. Materi yang disampaikan dapat memperkaya wawasan guru dan nantinya bisa ditransfer kepada siswa, sehingga mereka lebih mengenal sejarah dan budaya lokalnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya daerah. Dengan demikian, nilai-nilai Kepakualaman dapat terus lestari dan menjadi bagian dari identitas budaya bangsa. (hrd)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top