Bantul (MAN 2 Bantul) – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, siswa program keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) MAN 2 Bantul yang tergabung dalam unit praktik “Dapur Manoro” kembali membuka layanan open order kue kering Lebaran. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat akan kue Lebaran, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa.
Dalam kegiatan ini, para siswa terlibat langsung dalam proses pembuatan berbagai jenis kue kering yang identik dengan suasana Lebaran, seperti nastar, kastengel, putri salju, kukis bunga telang, dan palm kukis. Seluruh proses produksi dilakukan di dapur praktik “Dapur Manoro” yang berada di lingkungan MAN 2 Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan guru keterampilan APHP sehingga proses pembuatan kue tetap memperhatikan standar kebersihan, kualitas bahan, serta teknik pengolahan yang baik.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada siswa. Menurutnya, melalui kegiatan produksi dan penjualan kue Lebaran, siswa dapat belajar tidak hanya mengenai keterampilan mengolah makanan, tetapi juga memahami proses usaha secara langsung.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam memproduksi dan memasarkan sebuah produk. Ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam menumbuhkan jiwa kemandirian dan semangat berwirausaha pada peserta didik.” ungkapnya.

Guru keterampilan APHP MAN 2 Bantul, Kurnia Oktaviany, menjelaskan bahwa kegiatan open order ini melibatkan siswa secara aktif mulai dari tahap persiapan bahan hingga pengemasan produk. Para siswa bekerja secara berkelompok dengan pembagian tugas yang jelas, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, memanggang kue, hingga melakukan pengemasan.
“Kami ingin siswa tidak hanya terampil dalam mengolah makanan, tetapi juga memahami proses usaha secara menyeluruh, mulai dari manajemen produksi, pengemasan, hingga pemasaran produk.” jelas Kurnia.
Promosi open order dilakukan melalui media sosial, grup WhatsApp, serta informasi yang disampaikan kepada warga madrasah dan masyarakat sekitar. Kue-kue yang telah diproduksi kemudian dikemas dalam toples dan diberi label “Dapur Manoro” sebagai identitas produk hasil karya siswa.
Melalui kegiatan ini, siswa keterampilan APHP MAN 2 Bantul berharap dapat menghadirkan kue Lebaran yang berkualitas sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas. (ss)






