Bantul (MAN 2 Bantul) – Era digital menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta karya yang bernilai jual. Menyadari pentingnya kemampuan desain grafis di dunia modern, siswa-siswi kelas X C MAN 2 Bantul mengikuti pembelajaran khusus pembuatan logo usaha menggunakan platform Canva Edu pada Kamis (5/3/2026).
Bertempat di Ruang Multimedia I MAN 2 Bantul, kegiatan ini merupakan bagian dari mata pelajaran Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi). Program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis di bidang TIK yang dapat diterapkan langsung dalam dunia kerja maupun wirausaha.
Kegiatan pembelajaran ini dipandu langsung oleh Afiah Nur Aqini, selaku instruktur Prodistik, didampingi oleh Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul. Keduanya berkolaborasi untuk memastikan siswa tidak hanya mahir secara teknis menggunakan aplikasi, tetapi juga memahami estetika dan filosofi di balik sebuah desain.

Di awal sesi, Tuti Mulyati memberikan pengantar mengenai pentingnya identitas visual bagi sebuah entitas usaha. Ia menjelaskan secara mendalam mengenai apa itu logo, prinsip-prinsip desain logo yang efektif, fungsi logo sebagai wajah dari sebuah merek, hingga berbagai jenis logo yang umum digunakan di industri global.
Sebelum terjun ke tahap praktik, para siswa diberikan wawasan mengenai klasifikasi logo agar karya yang dihasilkan memiliki karakter yang kuat. Afiah Nur Aqini menjelaskan beberapa kategori logo yang bisa dipilih siswa, antara lain:
-
Monogram/Lettermark: Logo berbasis tipografi huruf inisial.
-
Wordmark: Logo yang fokus pada nama merek secara utuh.
-
Pictorial Mark/Symbol: Logo yang menggunakan ikon atau grafis tertentu.
-
Abstract Mark: Bentuk geometris abstrak yang mewakili brand.
-
Mascots: Logo yang melibatkan karakter ilustrasi sebagai duta merek.
-
Combination Mark: Perpaduan antara teks dan simbol.
-
Emblem: Logo yang menempatkan teks di dalam simbol atau segel (kesan tradisional/klasik).
Setelah mendapatkan pembekalan teori, siswa dipandu untuk bergabung ke dalam Canva Edu. Penggunaan akun edukasi ini memungkinkan siswa mengakses berbagai fitur premium dan aset grafis secara gratis, yang sangat menunjang proses kreativitas tanpa batas.
Tugas yang diberikan cukup menantang: setiap siswa diminta membayangkan memiliki sebuah usaha sendiri dan diwajibkan menciptakan logo orisinal untuk usaha tersebut. Suasana di Ruang Multimedia I tampak progresif; suara klik tetikus dan diskusi kecil mengenai pemilihan palet warna serta jenis font memenuhi ruangan.
“Kami ingin siswa tidak hanya sekadar ‘menempel’ gambar, tapi benar-benar memikirkan identitas apa yang ingin mereka bangun melalui logo tersebut,” ujar Afiah di sela-sela memantau pekerjaan siswa.
Sebagai bagian dari kedisiplinan digital, setelah proses desain selesai, siswa diarahkan untuk mengunduh hasil karya mereka dalam format JPG atau PNG dengan kualitas tinggi. Proses akhir dari pembelajaran ini adalah pengumpulan tugas secara terorganisir.
Para siswa diwajibkan mengunggah hasil desain mereka ke dalam folder Prodistik masing-masing yang telah disediakan di server sekolah. Format penamaan file pun diseragamkan menjadi: LOGO TEMPLATE NAMA, guna mempermudah proses penilaian dan pengarsipan digital.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul berharap para siswa kelas X memiliki bekal dasar dalam dunia branding dan desain grafis. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi mereka, baik untuk menunjang tugas sekolah ke depan maupun sebagai modal awal jika ingin merintis usaha kreatif secara mandiri di masa depan.






