Kimia Bukan Sekadar Rumus, Siswa MAN 2 Bantul Membuat Sabun Cair Ramah Lingkungan

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pembelajaran Kimia di MAN 2 Bantul terus diarahkan agar tidak berhenti pada hafalan rumus semata. Hal ini tercermin dalam kegiatan praktik pembuatan sabun cair ramah lingkungan yang diikuti oleh siswa kelas X A pada Senin (9/2/26).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran materi Kimia Hijau (Green Chemistry), yang menekankan bahwa proses dan produk kimia seharusnya dirancang agar aman bagi manusia dan lingkungan. Melalui praktik ini, siswa diajak memahami bahwa produk rumah tangga yang sering digunakan sehari-hari, seperti sabun cuci piring, memiliki dampak terhadap lingkungan, khususnya kualitas air.

Praktik dibimbing oleh Puji Lestari, guru Kimia MAN 2 Bantul, dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang tidak hanya sebagai panduan teknis, tetapi juga sebagai sarana pembentukan sikap peduli lingkungan dan kerja sama. Dalam LKPD tersebut, siswa diarahkan untuk memahami tujuan kegiatan, prinsip Kimia Hijau yang diterapkan, serta melakukan refleksi terhadap hasil praktik.

ā€œMelalui LKPD ini, siswa tidak hanya belajar membuat sabun, tetapi juga memahami alasan pemilihan bahan, dampaknya terhadap lingkungan, serta nilai tanggung jawab dalam menggunakan ilmu kimia,ā€ ujar Puji.

Dalam kegiatan praktik, siswa menggunakan bahan-bahan yang relatif aman dan mudah terurai, seperti surfaktan berbasis nabati (MES), ecoenzim hasil fermentasi limbah organik buah-buahan, serta perasan jeruk nipis. Ecoenzim berperan membantu meningkatkan daya bersih sabun, mengurangi bau tidak sedap, sekaligus memanfaatkan limbah organik agar memiliki nilai guna.

Siswa juga diperkenalkan dengan aspek keselamatan kerja (K3) selama praktikum, seperti menjaga kebersihan alat, dan tidak mencicipi bahan maupun produk. Hal ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran Kimia agar siswa terbiasa bekerja secara aman dan bertanggung jawab.

Proses pembuatan sabun cair dilakukan secara bertahap, mulai dari pencampuran bahan, pengadukan hingga mencapai kekentalan yang diinginkan, hingga pengemasan produk. Melalui tabel pengamatan pada LKPD, siswa mencatat perubahan warna, aroma, kekentalan, serta daya bersih sabun yang dihasilkan. Kegiatan ini melatih keterampilan observasi dan berpikir kritis siswa.

Selain praktik, siswa juga diajak menjawab pertanyaan reflektif, seperti prinsip Kimia Hijau yang diterapkan, peran ecoenzim dalam sabun cair, serta pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan bagi ekosistem perairan. Refleksi ini membantu siswa mengaitkan kegiatan praktikum dengan isu lingkungan yang lebih luas.

Siswa kelas X A, Aulia Mardiana, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut.

ā€œDari kegiatan ini saya jadi lebih paham bahwa Kimia tidak hanya soal rumus. Kami belajar mengapa bahan tertentu dipilih dan bagaimana produk yang kita gunakan sehari-hari bisa berdampak pada lingkungan,ā€ tuturnya.

Melalui praktik pembuatan sabun cair ramah lingkungan ini, MAN 2 Bantul menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran Kimia yang bermakna, aplikatif, dan berwawasan lingkungan. Diharapkan, pengalaman belajar ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan produk kimia serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui langkah-langkah sederhana namun nyata. (Pjl)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top