Bantul (MAN 2 Bantul) — Guru Ekonomi MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik. Kegiatan MGMP tersebut dilaksanakan pada Rabu (28 /1/26), bertempat di Aula MAN 3 Bantul, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Guru Ekonomi MAN 2 Bantul yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Fitria Endang Susana dan Mas Indah Murdanigrum. Keikutsertaan keduanya menunjukkan komitmen MAN 2 Bantul dalam mendukung peningkatan kompetensi guru serta kesiapan dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan madrasah yang berorientasi pada penguatan karakter dan kualitas pembelajaran.
MGMP Ekonomi MA DIY kali ini menghadirkan Septy Andari Putri, Kepala MTsN 3 Kulon Progo, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, narasumber menyampaikan materi bertema Kurikulum Cinta dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan di lingkungan madrasah.
Dalam pemaparannya, Septy Andari Putri menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan kasih sayang, empati, kepedulian, dan akhlak mulia sebagai landasan utama proses pendidikan. Kurikulum ini bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan kepekaan sosial.
Kurikulum Cinta mendorong guru untuk menghadirkan pembelajaran yang humanis, menyenangkan, dan bermakna. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping dan teladan yang mampu membangun hubungan positif dengan peserta didik.
Dalam mata pelajaran Ekonomi, penerapan Kurikulum Cinta dapat dilakukan dengan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata dan nilai kepedulian sosial. Pembahasan tentang kegiatan ekonomi diarahkan pada pentingnya kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta peran ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami konsep ekonomi, tetapi juga mampu menghayati dampak sosial dari aktivitas ekonomi.
Selain Kurikulum Cinta, narasumber juga memaparkan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara menyeluruh. Pembelajaran mendalam mengajak peserta didik untuk berpikir kritis, analitis, dan reflektif, serta mampu menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks.
Dalam pembelajaran ekonomi, pembelajaran mendalam dapat diterapkan melalui diskusi isu ekonomi aktual, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, dan analisis permasalahan ekonomi yang terjadi di sekitar peserta didik. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Septy Andari Putri menegaskan bahwa pembelajaran mendalam sangat penting untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Guru dituntut untuk mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup peserta didik.
Kegiatan MGMP berlangsung dengan suasana yang aktif dan interaktif. Para guru ekonomi MA DIY antusias mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi, serta berbagi pengalaman praktik baik pembelajaran di madrasah masing-masing.
Guru Ekonomi MAN 2 Bantul menyambut positif materi yang disampaikan karena memberikan wawasan baru dan penguatan dalam pelaksanaan pembelajaran. Diharapkan, hasil dari kegiatan MGMP ini dapat diimplementasikan di MAN 2 Bantul untuk menghadirkan pembelajaran ekonomi yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Melalui MGMP Ekonomi MA DIY, guru-guru ekonomi diharapkan semakin siap menjadi pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.(ftr)






