Bantul (MAN 2 Bantul) – Ilham Mustaqiim, salah satu siswa berprestasi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul, baru saja menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang intensif di salah satu ikon kuliner legendaris Bantul, Bakmi Mbah Mo. Berlokasi strategis di Code, Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, warung bakmi ini menjadi “laboratorium” nyata bagi Ilham untuk mengasah keterampilan dan pemahaman praktisnya tentang dunia kerja. Penarikan resmi Ilham dari lokasi PKL dilakukan pada Jumat (11/7/2025), yang dipimpin langsung oleh guru pendampingnya Saryanto.
Selama periode tiga bulan penuh, Ilham tidak hanya sekadar mengamati, melainkan terlibat langsung dalam berbagai aspek operasional Bakmi Mbah Mo. Pengalaman ini jauh melampaui pembelajaran teoretis di ruang kelas. Ia mendalami seluk-beluk manajemen dapur, pelayanan pelanggan, hingga dinamika kerja tim yang esensial dalam sebuah usaha kuliner yang ramai. Setiap hari adalah pembelajaran baru, mulai dari bagaimana mempersiapkan bahan baku, melayani pesanan dengan cepat dan akurat, hingga berinteraksi langsung dengan pelanggan dari berbagai latar belakang. Kedisiplinan menjadi kunci utama, mengingat ritme kerja yang padat, terutama pada jam-jam sibuk. Kemampuan bekerja sama dengan tim juga teruji, setiap anggota memiliki peran vital dalam memastikan kelancaran operasional dan kepuasan pelanggan. Lebih dari itu, Ilham juga belajar bagaimana menjaga standar kualitas rasa yang telah melegenda dan bagaimana menghadapi berbagai tantangan tak terduga dalam sebuah usaha kuliner.
Kehadiran Ilham selama periode PKL ini tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi Bakmi Mbah Mo. Pihak pengelola Bakmi Mbah Mo memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan sikap Ilham. “Ilham cukup cepat belajar dan mampu menyesuaikan diri dengan ritme kerja di sini. Kami senang bisa turut serta dalam proses belajarnya,” ujar salah satu pengelola dengan senyum.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Ilham tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban praktik, melainkan benar-benar menunjukkan inisiatif, daya tangkap yang cepat, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Sikap positif dan kemauan untuk belajar menjadikan Ilham aset berharga selama masa praktiknya, bahkan ikut membantu meringankan beban kerja harian. Mereka melihat potensi besar dalam diri Ilham dan bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya.
Saryanto, guru pendamping yang bertanggung jawab atas program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di MAN 2 Bantul, menjelaskan bahwa kegiatan PKL ini merupakan fondasi penting dalam kurikulum sekolah. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pembelajaran nyata di luar kelas,” tegas Saryanto.
Beliau menambahkan bahwa pengalaman langsung di lapangan seperti ini sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di madrasah dan praktik di dunia kerja sesungguhnya. Program APHP sendiri dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Beliau juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Bakmi Mbah Mo atas bimbingan dan pendampingan yang telah diberikan kepada Ilham selama praktik berlangsung. Kerjasama yang baik antara sekolah dan dunia usaha adalah kunci keberhasilan program ini. Bimbingan dari para profesional di Bakmi Mbah Mo memungkinkan Ilham untuk belajar dari para ahlinya, mendapatkan tips dan trik yang tidak diajarkan di buku, serta memahami budaya kerja yang sesungguhnya.
Program PKL ini adalah salah satu pilar utama dalam strategi MAN 2 Bantul untuk mempersiapkan siswa-siswinya menghadapi tantangan dunia kerja pasca-lulus. Dalam era persaingan global yang semakin ketat, memiliki bekal pengetahuan saja tidak cukup. Keterampilan praktis, pengalaman lapangan, dan pemahaman mendalam tentang etos kerja menjadi sangat vital. Melalui kerja sama yang erat dan berkelanjutan dengan berbagai tempat usaha dan industri, MAN 2 Bantul berharap dapat membekali para siswanya dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan oleh pasar kerja.
Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap lulusan MAN 2 Bantul tidak hanya siap secara mental dan akademis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang memadai untuk langsung berkontribusi di dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan landasan yang kuat. PKL seperti yang dijalani Ilham adalah bukti nyata komitmen MAN 2 Bantul dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kompeten, dan siap bersaing di masa depan.
Pengalaman ini juga diharapkan dapat memupuk jiwa kewirausahaan di kalangan siswa, mengingat Bakmi Mbah Mo sendiri adalah contoh sukses dari sebuah usaha kuliner legendaris yang dibangun dengan kerja keras dan dedikasi. (Sar)