Sleman (MAN 2 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab Madrasah Aliyah se-DIY kembali menggelar pertemuan rutin sekaligus workshop bertajuk “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta”. Kegiatan yang berlangsung di MA Taruna Al Qur’an Sleman pada Selasa (29/7/25) diikuti puluhan guru Bahasa Arab dari berbagai MA di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Guru Bahasa Arab MAN 2 Bantul, Isnan Shobari, yang turut aktif berpartisipasi.
Workshop menghadirkan narasumber Ida Uswatun Khasanah, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman, yang memberikan materi mengenai konsep dan penerapan kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran Bahasa Arab. Menurut Ida, penting bagi para guru untuk menghadirkan pendekatan humanis dan spiritual agar Bahasa Arab tidak hanya menjadi mata pelajaran, tetapi juga menjadi jalan pembentukan karakter.
“Pembelajaran Bahasa Arab harus menyentuh hati, bukan hanya sekadar memahami kaidah gramatikal. Kurikulum berbasis cinta ini dirancang agar siswa mencintai bahasa Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.” ungkapnya penuh semangat.
Dalam sesi praktik, para peserta diajak menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, dan media ajar yang mengedepankan nilai kasih sayang (ta’līm bi al-mahabbah). Isnan Shobari dari MAN 2 Bantul menyampaikan bahwa pendekatan ini sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. “Siswa kita butuh pendekatan yang menyentuh sisi emosional mereka. Bahasa Arab bisa menjadi sarana mendekatkan mereka pada nilai-nilai luhur Islam jika disampaikan dengan cinta.” ujarnya.



Ketua MGMP Bahasa Arab DIY, Mukrimuddin, memberikan apresiasi atas antusiasme para guru yang hadir. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam transformasi pembelajaran Bahasa Arab ke arah yang lebih bermakna dan kontekstual.
“Ini bukan hanya soal perangkat administrasi, tetapi juga tentang cara pandang baru dalam mengajar Bahasa Arab—yakni menjadikannya bahasa hidup yang memengaruhi perilaku siswa.” tegas Mukrimuddin.
Workshop ditutup dengan penyusunan komitmen bersama untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di madrasah masing-masing. Rencana tindak lanjut berupa pendampingan intensif oleh pengawas dan tim MGMP juga menjadi bagian penting dari strategi berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan cinta, MGMP Bahasa Arab DIY berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya mahir berbahasa, tetapi juga memiliki akhlak karimah yang tumbuh dari kecintaan pada Bahasa Al-Qur’an. (isnan)