Bantul (MAN 2 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul kembali mempertegas komitmennya sebagai Madrasah Aliyah Keterampilan dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII program Las. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (13/1), bertempat di bengkel las MAN 2 Bantul. Guna menjamin standarisasi dan objektivitas penilaian, MAN 2 Bantul menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pradipta sebagai penguji eksternal sekaligus mitra industri. Kegiatan UKK ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII peminatan Keterampilan Las. Agenda ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kompetensi praktis yang telah diserap siswa selama tiga tahun masa pembelajaran. Sejak pagi hari, para siswa nampak antusias mengenakan pakaian praktik lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata las dan wearpack.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati menyatakan bahwa kerja sama dengan LPK Pradipta merupakan langkah strategis untuk menjembatani dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). “Kami ingin memastikan bahwa sertifikat kompetensi yang diterima siswa bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata bahwa mereka siap kerja atau berwirausaha di bidang pengelasan.” ujarnya di sela-sela peninjauan praktik.
Dalam ujian kali ini, para siswa ditantang untuk menyelesaikan proyek pengelasan dengan spesifikasi teknis tertentu yang telah ditentukan oleh penguji. Tim penguji dari LPK Pradipta melakukan penilaian secara ketat, mencakup beberapa aspek penting:
- Persiapan: Kesiapan alat dan penggunaan APD.
- Proses: Teknik pengelasan, penyetelan arus listrik (ampere), dan ketenangan dalam bekerja.
- Hasil Akhir: Kerapian jalur las (bead), kekuatan sambungan, serta kebersihan produk dari percikan las (spatter).

Pihak LPK Pradipta mengungkapkan bahwa standar yang digunakan dalam UKK ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Hal ini dilakukan agar para lulusan memiliki daya saing yang setara dengan tenaga kerja profesional di lapangan.
Melalui program UKK yang terstandarisasi industri ini, MAN 2 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang mandiri secara ekonomi. Selain mendapatkan ijazah formal madrasah, para siswa juga akan mengantongi sertifikat kompetensi dari LPK Pradipta yang dapat digunakan sebagai nilai tambah saat melamar pekerjaan di perusahaan manufaktur maupun saat memulai bengkel las mandiri. Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi bersama antara penguji dan siswa, di mana para ahli dari LPK Pradipta memberikan masukan langsung mengenai teknik-teknik pengelasan terbaru yang sedang tren di dunia industri saat ini. (ss)






