Bantul (MAN 2 Bantul) – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 2 Bantul, Muslimah turut berpartisipasi dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru BK Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2025. Kegiatan PKB ini dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 24 hingga 30 Desember 2025, dengan lokasi kegiatan tersebar di tiga tempat, yaitu Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, MAN 3 Sleman, dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). PKB Guru BK MA DIY Tahun 2025 diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi profesional, pedagogik, dan penguatan wawasan keislaman guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini diikuti oleh guru BK MA se-DIY, termasuk guru BK dari MAN 2 Bantul yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Hari pertama PKB dilaksanakan pada Selasa, 24 Desember 2025, bertempat di Kampus UST Yogyakarta. Pada sesi pembukaan, kegiatan diisi dengan sambutan dari Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) MA DIY, Dr. Failasufah, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya guru BK untuk terus mengembangkan diri secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan peserta didik di era digital dan transisi nilai. āGuru BK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesehatan mental peserta didik. Oleh karena itu, melalui PKB ini diharapkan guru BK mampu mengintegrasikan pendekatan keilmuan modern dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal dalam layanan bimbingan dan konseling di madrasah.ā ungkap Dr. Failasufah, M.Pd.I.
Pada hari pertama, peserta menerima dua materi utama yang sangat relevan dengan kebutuhan layanan BK saat ini. Materi pertama bertajukĀ Implementasi Deep Learning dalam Optimalisasi Layanan Bimbingan dan Konseling di Madrasah. Materi ini membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan deep learning untuk membantu guru BK dalam analisis kebutuhan peserta didik, pemetaan masalah, serta perencanaan layanan BK yang lebih efektif dan berbasis data. Materi kedua yang tak kalah menarik adalahĀ Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Ekoteologi dan KBC. Materi ini menekankan pentingnya pendekatan konseling yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan (ekoteologi) serta Konseling Berbasis Karakter (KBC) dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, berwawasan lingkungan, dan memiliki tanggung jawab sosial.
MuslimahĀ mengungkapkan bahwa kegiatan PKB ini sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru BK. āMateri yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka wawasan kami sebagai guru BK untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada peserta didik. Pendekatan deep learning dan ekoteologi ini menjadi bekal penting bagi kami dalam menghadapi dinamika permasalahan siswa di madrasah.ā ujarnya.
Dengan mengikuti PKB Guru BK MA DIY Tahun 2025, guru BK MAN 2 Bantul diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh ke dalam praktik layanan bimbingan dan konseling di madrasah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen guru BK MAN 2 Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. (mus)






