Bantul (MAN 2 Bantul) – Dalam upaya memperkuat kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru di era transformasi digital, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar pertemuan rutin. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (22/1/2026) ini dipusatkan di MAN 4 Bantul, yang berlokasi strategis di Jalan Majapahit, Pranti, Banguntapan, Bantul.
Acara ini menjadi momentum krusial bagi para pendidik informatika untuk menyelaraskan kurikulum dan berbagi inovasi pembelajaran. Pertemuan kali ini dihadiri oleh perwakilan guru informatika dari berbagai madrasah di wilayah DIY, termasuk Tuti Mulyati, delegasi dari MAN 2 Bantul yang turut aktif mengikuti jalannya seluruh rangkaian agenda dari awal hingga akhir.
Agenda utama pertemuan ini adalah sharing materi mendalam mengenai analisis data menggunakan bahasa pemrograman C++. Bertindak sebagai narasumber adalah Siska Pujilestari, seorang praktisi pendidikan sekaligus guru Informatika dari MAN 1 Bantul. Dalam paparannya, Siska menekankan pentingnya penguasaan logika pemrograman dan pengolahan data bagi siswa madrasah agar mampu bersaing di kancah global.
“Analisis data bukan sekadar angka, melainkan bagaimana kita menerjemahkan data tersebut menjadi informasi yang berguna melalui algoritma yang efisien dalam C++,” ujar Siska di hadapan para peserta.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Fajar Rahmadi, selaku Ketua MGMP Informatika MA se-DIY. Dalam sambutannya, Fajar mengapresiasi antusiasme para guru yang tetap semangat memperbarui ilmu pengetahuan di tengah kesibukan mengajar. Ia juga menekankan bahwa MGMP adalah wadah kolektif untuk memecahkan berbagai tantangan pembelajaran di kelas.
Selain penyampaian materi teknis, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk agenda organisasional, yakni pengambilan korsa (seragam identitas) MGMP Informatika. Penggunaan korsa ini diharapkan dapat meningkatkan rasa solidaritas dan kekompakan antar-guru informatika di lingkungan Madrasah Aliyah se-DIY.
Memasuki sesi akhir, suasana musyawarah menjadi lebih intens saat membahas keberlangsungan organisasi. Para anggota menyepakati besaran iuran MGMP untuk tahun anggaran 2026 guna mendukung berbagai operasional kegiatan ke depan.
Tidak hanya itu, MGMP juga menyusun jadwal pertemuan rutin yang sangat padat sepanjang tahun 2026. Rencana kegiatan telah ditetapkan untuk bulan Januari, Februari, April, Mei, Juli, Agustus, September, hingga November. Perencanaan yang matang ini bertujuan agar setiap pertemuan memiliki output yang jelas bagi peningkatan kualitas pendidikan informatika di madrasah.
Sebagai penutup, panitia mengumumkan rencana pertemuan berikutnya. Berdasarkan hasil kesepakatan, pertemuan bulan Februari 2026 akan diselenggarakan di MAN 4 Sleman. Agenda tersebut akan dipandu oleh Rahmawati Nafi’ah sebagai pembawa acara (MC) dan menghadirkan Dewi Puspitasari sebagai pemateri utama.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru Informatika di lingkungan DIY dapat membawa pulang ilmu baru yang segar untuk diimplementasikan kepada para siswa, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-pendidik madrasah. ™






