Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY Monitoring Seleksi PKL Richeese Factory di MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) — Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Anita Isdarmini, melakukan monitoring kegiatan seleksi peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) di MAN 2 Bantul, Senin (9/2/26). Monitoring ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai dengan prosedur, objektif, serta memenuhi standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kegiatan seleksi tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan PKL di Richeese Factory, salah satu mitra industri madrasah yang bergerak di bidang food and beverage. Program PKL ini menjadi wujud nyata penguatan pembelajaran berbasis pengalaman kerja sekaligus implementasi madrasah plus keterampilan yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah aliyah.

Dalam kegiatan tersebut, Anita Isdarmini meninjau langsung proses seleksi mulai dari tahapan administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Ia juga berdialog dengan panitia, guru pendamping, serta perwakilan pihak industri guna memastikan kesesuaian kompetensi siswa dengan kebutuhan Richeese Factory.

Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan bahwa seleksi benar-benar dilaksanakan secara profesional, transparan, dan adil. PKL bukan sekadar penempatan siswa di industri, tetapi proses pembelajaran penting untuk membentuk etos kerja, disiplin, dan karakter siswa.” ujar Anita Isdarmini di sela-sela kegiatan.

Seleksi PKL Richeese Factory tahun 2026 ini diikuti oleh empat madrasah aliyah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Masing-masing madrasah mengirimkan 15 siswa, sehingga total peserta seleksi berjumlah 60 siswa. Adapun madrasah yang berpartisipasi dalam seleksi ini yaitu MAN 2 Bantul, MAN 2 Kulon Progo, MAN 4 Sleman, dan MAN 5 Sleman.

Dari keseluruhan peserta tersebut, nantinya akan dipilih 30 siswa terbaik yang dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti kegiatan PKL di Richeese Factory. Para siswa terpilih dijadwalkan akan melaksanakan PKL mulai 13 Februari 2026 hingga April 2026.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan seleksi bersama lintas madrasah ini. Menurutnya, sistem seleksi terpusat dan dimonitor langsung oleh Kanwil Kemenag DIY memberikan jaminan kualitas sekaligus memperkuat kepercayaan industri terhadap madrasah.

Kami menyambut baik monitoring dari Kanwil. Ini menjadi bukti bahwa program PKL benar-benar mendapat perhatian serius. Harapannya, siswa yang terpilih nantinya mampu menunjukkan kinerja terbaik dan membawa nama baik madrasah.” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anita Isdarmini menegaskan bahwa keterlibatan industri dalam pendidikan madrasah merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia kerja. Melalui PKL, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan tanggung jawab.

Kerja sama dengan industri seperti Richeese Factory harus dimaknai sebagai upaya menyiapkan lulusan madrasah yang adaptif dan kompetitif. Madrasah harus mampu membekali siswa dengan pengalaman nyata agar mereka siap melanjutkan ke dunia kerja maupun pendidikan tinggi.” tambahnya.

Pelaksanaan seleksi PKL bersama ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi siswa untuk berkompetisi secara sehat. Mereka dituntut menunjukkan kemampuan terbaik, mulai dari sikap, pengetahuan dasar, hingga kesiapan mental menghadapi lingkungan kerja profesional.

Dengan adanya monitoring dari Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY, diharapkan seluruh rangkaian seleksi dan pelaksanaan PKL di Richeese Factory dapat berjalan optimal serta memberikan dampak positif bagi penguatan mutu pendidikan madrasah, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan kesiapan kerja peserta didik. (ftr)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top