Bali (MAN 2 Bantul) — Siswa MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan kunjungan budaya dengan menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali pada Sabtu (17/1/26). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan industri dan budaya yang bertujuan memperkaya wawasan seni dan kebudayaan nusantara.
Tari Kecak merupakan tarian dramatis khas Bali yang telah dikenal hingga mancanegara. Tarian ini dibawakan oleh puluhan penari laki-laki bertelanjang dada dalam formasi melingkar, sambil meneriakkan suara khas “cak-cak-cak” secara ritmis sebagai musik pengiring tanpa alat musik. Pertunjukan ini mengisahkan epos Ramayana, khususnya perjuangan Rama dalam menyelamatkan Dewi Shinta. Tari Kecak berakar dari ritual sakral Sanghyang yang kemudian dikembangkan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak bersama Walter Spies menjadi seni pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Selain keindahan gerak dan kekuatan vokal, Tari Kecak mengandung nilai-nilai moral yang luhur. Kisah Ramayana yang disajikan mencerminkan kesetiaan, sebagaimana tergambar dalam keteguhan Dewi Shinta; kerja keras dan keteguhan hati dalam perjuangan Rama; serta pengorbanan yang ditunjukkan oleh Jatayu dalam membela kebenaran. Pertunjukan ini juga mengajarkan nilai kebaikan yang selalu melawan kejahatan, serta makna spiritualitas yang kuat sebagai landasan kehidupan.

Nilai moral lainnya tercermin dari kekompakan para penari Kecak yang bergerak dan bersuara secara serempak. Hal tersebut melambangkan gotong royong, persatuan, dan kekuatan kebersamaan, nilai-nilai yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat dan sejalan dengan pembentukan karakter peserta didik.
Para siswa tampak antusias dan terkesan menyaksikan pertunjukan tersebut. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul berharap peserta didik tidak hanya mengenal seni budaya Bali, tetapi juga mampu memetik nilai-nilai moral dan filosofi kehidupan yang terkandung di dalamnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. (ith)






