Siswa MAN 2 Bantul Eksplorasi Seni Cahaya: Menguasai Segitiga Eksposur di Lab Multimedia

Bantul (MAN 2 Bantul)  Suasana Laboratorium Multimedia 1 MAN 2 Bantul tampak berbeda pada Senin pagi (2/2/2026). Siswa-siswi kelas X F terlihat antusias memegang kamera DSLR dan Mirrorless sembari berdiskusi serius mengenai komposisi cahaya. Hari ini, mereka tengah menempuh materi krusial dalam dunia visual, yakni Prinsip Dasar Fotografi.

Di bawah bimbingan Janik Munandari, guru mata pelajaran Multimedia, para siswa tidak hanya belajar membidik objek, tetapi juga memahami filosofi di balik terciptanya sebuah foto yang berkualitas. Fokus utama pembelajaran kali ini adalah membedah “jantung” dari teknik fotografi: The Exposure Triangle atau Segitiga Eksposur.

Dalam pemaparannya, Janik Munandari menjelaskan bahwa fotografi pada hakikatnya adalah teknik “melukis dengan cahaya”. Untuk menghasilkan lukisan yang sempurna, seorang fotografer harus mampu mengendalikan jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera. Di sinilah peran penting Segitiga Eksposur yang terdiri dari Aperture, Shutter Speed, dan ISO.

Ketiga elemen ini saling berkaitan. Jika satu elemen diubah, maka elemen lainnya harus disesuaikan agar foto tidak terlalu terang (overexposure) atau terlalu gelap (underexposure),” jelas Janik dihadapan para siswa.

  1. Aperture (Bukaan Lensa): Mengatur seberapa lebar lensa terbuka. Selain cahaya, ini menentukan Depth of Field atau kedalaman ruang (efek bokeh).

  2. Shutter Speed (Kecepatan Rana): Mengatur durasi sensor menangkap cahaya. Ini berpengaruh pada bagaimana kamera menangkap gerakan (diam atau blur).

  3. ISO: Mengatur tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya. ISO tinggi membantu di tempat gelap, namun berisiko menimbulkan noise atau bintik pada foto.

Pembelajaran tidak berhenti pada teori. Siswa kelas X F langsung ditantang untuk melakukan praktek mandiri. Mereka dibekali dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berfungsi sebagai panduan sekaligus instrumen analisis. Dalam LKPD tersebut, siswa diminta memotret objek yang sama dengan pengaturan yang berbeda-beda untuk melihat secara langsung pengaruh perubahan setiap elemen eksposur.

Tujuan utama dari penugasan ini adalah agar siswa mampu menentukan pengaturan eksposur yang tepat sesuai dengan kondisi pemotretan yang dinamis. Misalnya, bagaimana mengambil foto potret dengan latar belakang buram di luar ruangan yang terik, atau bagaimana memotret benda bergerak di dalam ruangan dengan cahaya terbatas.

Janik menekankan bahwa penguasaan teknik ini adalah fondasi bagi siapa saja yang ingin terjun ke industri kreatif. “Target kami bukan sekadar siswa bisa memotret, tapi mereka paham secara teknis mengapa sebuah foto bisa terlihat bagus. Dengan memahami analisis aperture, shutter speed, dan ISO, mereka memiliki kontrol penuh atas karya mereka,” tambahnya.

Kegiatan di Lab Multimedia 1 ini merupakan bagian dari komitmen MAN 2 Bantul dalam membekali siswanya dengan keterampilan praktis (vokasi) yang relevan dengan perkembangan zaman. Di tengah maraknya konten visual di media sosial, kemampuan fotografi yang mumpuni menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para lulusan nantinya.

Salah satu siswa kelas X F mengungkapkan bahwa materi ini awalnya terlihat rumit karena banyak angka dan istilah teknis. Namun, setelah melakukan praktek langsung di lab, konsep Segitiga Eksposur menjadi lebih masuk akal.

“Dulu saya kira asal jepret saja. Ternyata untuk membuat latar belakang yang blur atau menangkap gerakan air yang halus itu ada hitung-hitungannya. Mengisi LKPD tadi sangat membantu saya paham kapan harus menaikkan ISO atau mempercepat shutter speed,” ujar salah satu siswa dengan bangga menunjukkan hasil fotonya.

Melalui pembelajaran intensif ini, diharapkan siswa kelas X F MAN 2 Bantul tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan karya visual yang estetis sekaligus teknis secara profesional. ™

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top