Bantul (MAN 2 Bantul) – Era digital menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta peluang. Semangat inilah yang terpancar di Ruang Multimedia I MAN 2 Bantul pada Selasa (7/4/2026). Puluhan siswa kelas X E tampak antusias menatap layar komputer, jemari mereka lincah menggeser elemen-elemen desain dalam misi menyusun identitas bisnis masa depan mereka sendiri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari jam mata pelajaran Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi). Prodistik sendiri merupakan program unggulan hasil kerja sama madrasah dengan perguruan tinggi untuk membekali siswa dengan keahlian praktis di bidang IT. Kali ini, fokus pembelajaran diarahkan pada pembuatan Kartu Usaha Digital menggunakan platform desain populer, Canva Edu.
Pembelajaran yang berlangsung interaktif ini dipandu langsung oleh Afiah Nur Aqini, selaku instruktur Prodistik, didampingi oleh Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul. Keduanya bahu-membahu memastikan setiap siswa mampu menerjemahkan ide bisnis mereka ke dalam bentuk visual yang menarik dan profesional.
Menurut Tuti Mulyati, penguasaan alat desain seperti Canva bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan dasar di dunia kerja.
“Kami ingin siswa tidak hanya pintar teori, tapi punya output nyata. Dengan Canva Edu, mereka mendapatkan akses fitur premium secara gratis yang sangat menunjang kreativitas mereka dalam membangun branding sejak dini,” ujar Tuti di sela-sela pemantauan kelas.
Dalam sesi “How” atau proses pembuatannya, para siswa diajarkan teknik dasar desain grafis, mulai dari pemilihan palet warna yang sesuai dengan psikologi merek, hingga tata letak (layout) yang ergonomis untuk dipandang mata. Setiap siswa diwajibkan menyertakan poin-poin krusial dalam kartu usaha mereka, antara lain:
-
Nama Usaha: Identitas utama yang harus unik dan mudah diingat.
-
Gambar/Ilustrasi Produk atau Jasa: Visualisasi yang merepresentasikan apa yang ditawarkan, baik itu kuliner, jasa desain, hingga jasa bimbingan belajar.
-
Kontak yang Dapat Dihubungi: Integrasi data seperti nomor WhatsApp, alamat email, hingga akun media sosial (Instagram/TikTok) untuk memudahkan calon pelanggan.
Afiah Nur Aqini menjelaskan bahwa kartu usaha digital memiliki keunggulan dibandingkan kartu nama fisik. “Kartu ini bisa dengan mudah dibagikan melalui media sosial atau aplikasi pesan instan. Kita mengajarkan siswa bahwa pemasaran di tahun 2026 ini sangat bergantung pada kecepatan dan daya tarik visual di layar ponsel,” jelasnya.
Â
Â
Siswa-siswi kelas X E terlihat sangat kompetitif namun tetap suportif. Ada yang merancang kartu usaha untuk bisnis “Toko Sepatu”, “Kuliner”, hingga “Fashion”. Penggunaan Canva Edu terbukti mempermudah mereka yang sebelumnya merasa tidak memiliki bakat menggambar manual untuk tetap bisa menghasilkan karya yang estetis.
Kegiatan ini bukan sekadar tugas sekolah untuk memenuhi nilai rapor. Lebih jauh, program Prodistik di MAN 2 Bantul bertujuan untuk mencetak lulusan yang mandiri secara ekonomi. Dengan memiliki kemampuan desain dan pemahaman tentang identitas usaha, para siswa diharapkan memiliki bekal untuk berwirausaha secara mandiri (Sosiopreneur) meskipun mereka masih berstatus pelajar.
Hingga berakhirnya jam pelajaran, suasana di Ruang Multimedia I masih dipenuhi diskusi hangat tentang pemilihan font dan kesesuaian logo. Hasil karya para siswa ini nantinya akan dikumpulkan secara digital dan dipresentasikan di depan kelas sebagai bentuk latihan komunikasi pemasaran.
Melalui langkah kecil pembuatan kartu usaha ini, MAN 2 Bantul membuktikan komitmennya dalam mengintegrasikan kurikulum madrasah dengan perkembangan teknologi terkini, sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan pada generasi Z di Kabupaten Bantul. ™






