Bantul (MAN 2 Bantul) — Cahaya adalah elemen paling vital dalam dunia fotografi. Tanpa pemahaman cahaya yang mumpuni, sebuah kamera canggih sekalipun tidak akan mampu menghasilkan karya yang bercerita. Menyadari hal tersebut, siswa-siswi kelas X B Multimedia MAN 2 Bantul menggelar praktik intensif mengenai materi pencahayaan di Laboratorium Multimedia 1 MAN 2 Bantul pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan pembelajaran yang dipandu oleh guru mata pelajaran Multimedia, Janik Munandari, ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam secara teoretis maupun praktis kepada siswa. Fokus utama pembelajaran kali ini adalah membedah intensitas cahaya, arah cahaya, serta teknik-teknik pencahayaan yang mampu membangun karakter sebuah foto.
Dalam sesi pertama, siswa ditantang untuk melakukan eksperimen intensitas cahaya. Menggunakan objek sederhana seperti botol minum, tas, hingga wajah rekan sekelas, setiap siswa wajib menghasilkan tiga variasi foto: overexposure (terlalu terang), underexposure (terlalu gelap), dan proper exposure (seimbang).
Janik Munandari menjelaskan bahwa tugas ini bukan sekadar menekan tombol rana, melainkan melatih kepekaan visual siswa. “Siswa diminta menganalisis secara mendetail dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Mereka harus menjabarkan perbedaan warna, kontras, hingga bagaimana bayangan atau shadow terbentuk pada ketiga kondisi cahaya tersebut,” ungkapnya. Menariknya, analisis ini diwajibkan minimal satu halaman per poin jawaban untuk memastikan siswa benar-benar memahami aspek artistik dari setiap tingkat pencahayaan.
Memasuki bagian kedua, siswa bekerja secara berkelompok untuk mengeksplorasi arah datangnya cahaya. Mereka mempraktikkan lima teknik utama: Front Light, Side Light, Back Light (siluet), Rim Light, dan Top Light. Aturan ketat diberlakukan dalam sesi ini; objek harus konsisten dan dilarang melakukan penyuntingan (editing) pencahayaan yang berlebihan agar keaslian cahaya yang ditangkap sensor kamera tetap terjaga.
Setiap kelompok dituntut untuk menganalisis efek bayangan dan tekstur yang dihasilkan. Melalui teknik Side Light, misalnya, siswa belajar bagaimana menonjolkan tekstur objek agar terlihat lebih dramatis, sementara melalui Back Light, mereka belajar menciptakan pemisahan antara subjek dan latar belakang melalui garis cahaya yang tegas.
Sebagai puncak dari praktik lapangan ini, setiap kelompok diberikan tantangan “Foto Kreatif”. Mereka dibebaskan menciptakan satu karya artistik dengan memanfaatkan teknik back light, rim light, atau ray of light. Dalam bagian ini, siswa diperbolehkan sengaja menggunakan teknik over atau under exposure demi mencapai efek estetika tertentu. Setiap karya yang dihasilkan harus disertai dengan judul foto dan konsep cerita di baliknya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi presentasi selama 7 hingga 10 menit per kelompok. Di depan kelas, siswa memaparkan perbandingan exposure, arah cahaya, hingga kesulitan teknis yang mereka alami selama proses pengambilan gambar di laboratorium. “Tujuan akhir dari proyek ‘Menguasai Cahaya, Menguasai Foto’ ini adalah agar siswa mampu menganalisis karakter foto berdasarkan cahaya. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi operator kamera, tapi juga menjadi pencerita melalui visual yang matang,” tambah Janik. Melalui pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) ini, MAN 2 Bantul terus berkomitmen mengasah kompetensi teknis siswanya di bidang multimedia, mempersiapkan mereka untuk menjadi tenaga kreatif yang handal di masa depan. ™






