Bantul (MAN 2 Bantul) – Penerjunan Magang Siswa Kelas XII Keterampilan Tata Busana MAN 2 Bantul resmi dilaksanakan pada Senin (23/2/26) sebagai bagian dari program penguatan kompetensi keahlian. Kegiatan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan industri.
Guru pembimbing, Adinda Nora KF, secara langsung menyerahkan empat siswa kelas XII F Keterampilan Tata Busana, yakni Ervina Suci A, Nissa Rahmawati, Pravita Azzahra, dan Vina Febriani kepada owner Bestta Busana, Miftahul Annisah, seorang Fashion Designer sekaligus Business Owner. Penyerahan dilakukan di rumah produksi Bestta Busana yang beralamat di Jl. Imogiri Timur KM 11 Karangsemut, Trimulyo, Jetis, Bantul.
Program magang dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 30 April 2026. Berdasarkan perhitungan hari kerja efektif (SenināJumat) tanpa menghitung Sabtu dan Minggu, total pelaksanaan magang berlangsung selama 49 hari kerja. Dalam kurun waktu tersebut, para siswa akan terlibat langsung dalam berbagai proses produksi busana, mulai dari tahap perancangan desain, pembuatan pola, pemotongan bahan, penjahitan, hingga finishing dan quality control sesuai standar industri.
Bestta Busana merupakan rumah produksi yang berdiri sejak tahun 2023 dan bergerak di bidang pembuatan busana pesanan. Layanan yang ditawarkan meliputi pembuatan pakaian untuk acara pernikahan, busana untuk momen penting seperti wisuda dan pertunangan, serta berbagai pesanan khusus sesuai kebutuhan klien. Dengan fokus pada detail, kualitas jahitan, dan personalisasi desain, Bestta Busana terus berkembang sebagai usaha fashion lokal yang dipercaya masyarakat Bantul dan sekitarnya.
Kegiatan magang ini bertujuan untuk memantapkan keterampilan teknis siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus sebagai pelajar di MAN 2 Bantul. Sebagai madrasah plus keterampilan, MAN 2 Bantul berkomitmen menciptakan siswa-siswi yang memiliki kompetensi praktis yang handal dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Integrasi antara penguatan soft skills, etos kerja, kedisiplinan, serta kemampuan teknis menjadi fondasi utama dalam program ini.
Proses penerjunan dilakukan dengan mengunjungi langsung rumah produksi Bestta Busana, sekaligus mengenalkan lingkungan kerja dan standar operasional yang berlaku. Guru pembimbing, Adinda Nora KF, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam menyelaraskan pembelajaran madrasah dengan kebutuhan riil industri fashion. Menurutnya, pengalaman belajar di kelas perlu diperkuat dengan praktik langsung agar siswa memahami standar kualitas, manajemen waktu produksi, serta ekspektasi klien secara nyata.
āMelalui program magang ini, kami ingin siswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi yang baik. Dunia industri memiliki ritme dan standar yang berbeda dengan suasana pembelajaran di sekolah, sehingga pengalaman ini sangat penting sebagai proses adaptasi sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja.ā ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara MAN 2 Bantul dan Bestta Busana dapat terjalin secara berkelanjutan. Dari sisi madrasah, kerja sama ini membuka ruang sinkronisasi kurikulum dengan perkembangan tren industri. Sementara itu, pihak Bestta Busana turut berkontribusi dalam mencetak generasi terampil di bidang tata busana. Harapannya, program magang ini menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia industri serta melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, dan siap bersaing. (add)






