Bantul (MAN 2 Bantul) – Deru semangat kepanduan mencapai puncaknya di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul pada Sabtu pagi (10/1/2026). Setelah menjalani serangkaian ujian fisik, mental, dan materi kepramukaan selama dua hari, sebanyak puluhan siswa kelas X secara resmi dilantik menjadi Pramuka Penegak Bantara. Upacara penutupan yang khidmat ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Pelantikan Pramuka Penegak Bantara Tahun Ajaran 2025/2026.
Kegiatan yang sangat dinantikan ini telah berlangsung sejak Jumat, 9 Januari 2026. Dimulai dengan proses registrasi peserta pada pukul 13.00 WIB di madrasah. Selama di perkemahan, para siswa digembleng melalui berbagai ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU), penjelajahan alam, hingga renungan suci di tengah malam.
Pada Sabtu pagi, seluruh peserta kembali ke pangkalan MAN 2 Bantul dengan wajah lelah namun terpancar rona bangga. Tepat pukul 08.00 WIB, upacara penutupan sekaligus prosesi pelantikan dimulai di halaman utama madrasah. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Edi Sumarno, yang dengan penuh wibawa memimpin jalannya penyematan tanda jabatan kepada para peserta.
Dalam amanatnya, Edi Sumarno memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa yang telah berhasil melewati masa penggemblengan. Beliau menekankan bahwa nama Ambalan Diponegoro – RA Kartini yang disandang bukan sekadar nama, melainkan beban moral untuk meneladani perjuangan kedua pahlawan nasional tersebut.
“Kalian kini telah sah menyandang status sebagai Penegak Bantara. Ingatlah bahwa Bantara adalah kader inti di tingkat penegak. Sebagaimana sosok Pangeran Diponegoro yang gagah berani dan RA Kartini yang gigih memperjuangkan perubahan, kalian pun harus menjadi pelopor kebaikan di lingkungan madrasah,” ujar Edi Sumarno di hadapan barisan peserta yang berdiri tegak.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan para siswa mengenai esensi dari semboyan yang diusung, yakni “Ikhlas Bakti Bina Diri Abdi Ilahi”. Semboyan ini diharapkan menjadi kompas bagi para Pramuka Bantara dalam bertindak. Ikhlas Bakti berarti ketulusan dalam membantu sesama, Bina Diri bermakna terus mengasah potensi pribadi, dan Abdi Ilahi sebagai bentuk pengabdian tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Â
 
Momen yang paling menyentuh terjadi saat penyematan Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara di pundak para peserta. Secara simbolis, Edi Sumarno menyematkan TKU kepada perwakilan siswa, yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta lainnya. Sorot mata para siswa kelas X mencerminkan rasa syukur setelah berbulan-bulan menyiapkan diri melalui pengisian buku SKU dan mengikuti latihan rutin setiap akhir pekan.
Pelantikan ini bukan hanya sekadar seremoni pergantian tanda di seragam, melainkan simbol perubahan status dari Calon Penegak menjadi Penegak Bantara. Dengan status baru ini, mereka memiliki hak dan kewajiban untuk terlibat aktif dalam pengelolaan Ambalan serta menjadi teladan bagi siswa lainnya dalam hal kedisiplinan dan kepemimpinan.
Pihak madrasah berharap, melalui kegiatan yang dimulai sejak Jumat pukul 13.00 WIB hingga penutupan pada Sabtu pukul 08.00 WIB ini, karakter kemandirian siswa dapat terbentuk dengan kuat. Pramuka Penegak Bantara MAN 2 Bantul diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam setiap kegiatan madrasah maupun kegiatan sosial di masyarakat Bantul.
Ketua Panitia pelaksana menambahkan bahwa prosesi di Bumi Perkemahan Banjaran sebelumnya telah berjalan lancar tanpa kendala berarti. Cuaca yang mendukung dan koordinasi yang baik antara Dewan Ambalan, Pembina, dan peserta menjadi kunci suksesnya acara tahun ini.
Setelah upacara berakhir, kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran acara. Para peserta kemudian melakukan aksi bersih lingkungan di halaman madrasah sebelum akhirnya diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Dengan berakhirnya upacara ini, babak baru perjuangan Pramuka Penegak Bantara MAN 2 Bantul T.A. 2025/2026 resmi dimulai. ™






