Praktik Pembuatan Bioplastik Berbasis PjBL Menutup Pembelajaran Kimia Blok 2 Kelas XA MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) – Suasana laboratorium Kimia MAN 2 Bantul tampak berbeda pada Kamis (26/2/2026). Siswa kelas XA melaksanakan praktik pembuatan bioplastik sebagai penutup Pembelajaran Kimia Blok 2 dipandu oleh Puji Lestari sebagai guru Kimia. Kegiatan ini dirancang berbasis Project Based Learning (PjBL) pada materi Kimia Hijau (Green Chemistry), sehingga siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam proyek nyata.

Dalam praktik tersebut, siswa membuat bioplastik dari tepung singkong dengan komposisi 20 gram tepung singkong, 200 mL air, 6 mL gliserol, dan 4 mL larutan cuka 5%. Campuran dipanaskan pada suhu 70–80°C sambil diaduk hingga mengental dan bening, kemudian dituangkan ke dalam cetakan untuk dikeringkan selama 1–3 hari. Selama proses berlangsung, siswa melakukan pengamatan terhadap perubahan saat pemanasan, warna, tekstur permukaan, elastisitas, ketebalan, hingga waktu pengeringan.

Menariknya, selain menggunakan komposisi yang telah ditetapkan dalam LKPD, siswa juga diberi kesempatan untuk melakukan eksplorasi variasi komposisi bahan. Beberapa kelompok mencoba menyesuaikan jumlah gliserol maupun cuka guna menemukan formulasi yang menghasilkan bioplastik dengan kualitas lebih baik, baik dari segi kelenturan maupun kekuatan. Proses ini melatih siswa untuk berpikir kritis, melakukan percobaan terkontrol, membandingkan hasil, serta menarik kesimpulan berdasarkan data pengamatan. Dengan demikian, siswa tidak sekadar mengikuti prosedur, tetapi benar-benar melakukan investigasi ilmiah sederhana.

Melalui pendekatan PjBL, siswa belajar memahami bahwa konsep Kimia Hijau tidak berhenti pada definisi, tetapi diwujudkan dalam solusi nyata yang lebih ramah lingkungan. Bioplastik berbahan dasar pati singkong bersifat biodegradable dan dapat menjadi alternatif pengganti plastik konvensional berbasis minyak bumi yang sulit terurai.

Salah satu siswa kelas XA, Abdul menyampaikan kesannya, “Praktik ini membuat kami lebih paham bahwa kimia bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Kami jadi tahu bahwa dengan mengubah komposisi, hasilnya juga bisa berbeda. Ternyata mencari formulasi yang tepat itu menantang sekaligus menyenangkan.”

Meskipun sistem pembelajaran blok memiliki keterbatasan waktu, praktik laboratorium tetap diupayakan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang autentik. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang bermakna tidak hanya terjadi melalui ceramah, tetapi melalui proses mencoba, mengamati, menganalisis, dan merefleksikan.

Melalui praktik pembuatan bioplastik ini, MAN 2 Bantul terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada penguatan karakter peduli lingkungan. Diharapkan, pengalaman ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep Kimia Hijau, tetapi juga menumbuhkan kesadaran siswa untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan. (Pjl).

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top