Perkuat Kompetensi dan Kolaborasi, Guru Fisika MAN 2 Bantul Ikuti MGMP Fisika MA DIY di MAN 1 Kulon Progo

Kulon Progo (MAN 2 Bantul) — Guru Fisika MAN 2 Bantul sekaligus Sekretaris MGMP Fisika Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Iksan Taufik H., mengikuti kegiatan MGMP Fisika MA DIY yang berlangsung di MAN 1 Kulon Progo, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para guru Fisika untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kompetensi, serta membangun kolaborasi antarmadrasah.

Pertemuan MGMP kali ini mengusung tema “Optimalisasi Kompetensi SDM Guru Fisika dalam Meraih Karier dan Prestasi”. Kegiatan menghadirkan H. Edy Purwanto, S.Pd., M.Pd.Si., Ketua Tim SDM Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai narasumber.

Menurut Iksan, MGMP memiliki peran penting dalam pengembangan profesionalisme guru. Forum tersebut tidak semestinya hanya menjadi tempat berkumpul dan mengikuti kegiatan rutin, tetapi harus mampu menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.

“MGMP itu bukan sekadar tempat bertemu. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah bertemu kita mendapatkan sesuatu yang bisa dibawa pulang dan diterapkan di madrasah masing-masing,” ujar Iksan.

Ia menilai tantangan yang dihadapi guru saat ini semakin beragam. Perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta tuntutan pembelajaran yang dinamis mengharuskan guru terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Iksan menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, setiap guru memiliki pengalaman dan praktik baik yang dapat dibagikan kepada rekan sejawat.

“Kadang-kadang pengalaman yang menurut kita biasa saja, ternyata sangat bermanfaat bagi teman yang lain. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, berbagi praktik baik menjadi salah satu kekuatan MGMP,” jelasnya.

Sebagai sekretaris MGMP Fisika MA DIY, Iksan berharap forum tersebut dapat menjadi komunitas belajar yang terbuka bagi seluruh guru. Guru senior dapat berbagi pengalaman, sementara guru yang lebih muda dapat membawa gagasan dan pendekatan baru sesuai perkembangan zaman.

“Yang senior punya pengalaman, yang muda punya energi dan gagasan baru. Kalau semuanya dipertemukan, saya kira akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi MGMP,” ungkapnya.

   

Iksan juga berharap kegiatan MGMP tidak berhenti pada pertemuan tatap muka. Komunikasi dan kolaborasi antarguru perlu terus dijaga melalui berbagai kegiatan, seperti berbagi praktik baik, pengembangan perangkat pembelajaran, diskusi materi, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

“Jangan sampai MGMP hanya aktif ketika ada kegiatan. Yang kita harapkan adalah semangat dan komunikasi itu tetap berjalan setelah kegiatan selesai,” katanya.

Ia mengapresiasi MAN 1 Kulon Progo yang menjadi tuan rumah kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di berbagai madrasah memberikan kesempatan kepada para guru untuk saling mengenal sekaligus belajar dari keunggulan masing-masing madrasah.

Iksan menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengembangan kompetensi guru pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik.

“Pada akhirnya, apa yang kita lakukan di MGMP harus kembali kepada anak-anak. Kalau gurunya berkembang, mudah-mudahan pembelajarannya juga berkembang dan prestasi peserta didiknya ikut meningkat,” tuturnya.

Melalui MGMP Fisika MA DIY, Iksan berharap para guru terus menjaga semangat belajar, berbagi, dan berkolaborasi. Dari guru yang terus berkembang, diharapkan lahir pembelajaran yang semakin berkualitas dan peserta didik yang semakin berprestasi. (ith)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top