Bantul (MAN 2 Bantul) – Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) bagi siswa kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul terus berlanjut dengan tertib. Memasuki hari keempat pada Selasa (10/12/2026), fokus utama ujian beralih ke salah satu mata pelajaran yang kerap dianggap sebagai “momok” bagi sebagian besar siswa, yakni Matematika. Meski demikian, suasana di lingkungan madrasah tetap kondusif dan penuh konsentrasi.
Suasana tenang namun tegang sangat terasa, khususnya di Ruang 7 MAN 2 Bantul. Sejak pukul 07.45 WIB, para siswa sudah menempati kursi masing-masing dengan gawai di tangan, siap menghadapi deretan soal logika dan angka. Bertugas sebagai pengawas di ruangan ini adalah Try Nur Fauzi dan Tuti Mulyati.
Keduanya tampak sigap menjalankan tugas sesuai prosedur operasional standar ujian. Sebagai langkah awal untuk menunjang kelancaran pengerjaan soal Matematika yang membutuhkan banyak perhitungan, pengawas ruang membagikan kertas buram kepada setiap peserta. Hal ini dilakukan karena, meskipun ujian berbasis digital, proses analisis dan cakar-menghitung tetap memerlukan media fisik agar siswa lebih teliti dalam menemukan jawaban.
“Matematika memerlukan akurasi tinggi. Kami memastikan setiap siswa mendapatkan kertas buram yang cukup agar mereka tidak kesulitan saat melakukan perhitungan manual sebelum menginput jawaban ke aplikasi,” ujar Try Nur Fauzi di sela-sela pemantauannya.
Sejalan dengan semangat transformasi digital di lingkungan madrasah, MAN 2 Bantul konsisten menggunakan aplikasi Smart Mandaba sebagai platform utama pelaksanaan ujian. Aplikasi ini merupakan inovasi internal yang dirancang untuk memudahkan distribusi soal, meminimalisir kecurangan, serta mempercepat proses penilaian secara transparan.
Para siswa terlihat sudah terbiasa mengoperasikan antarmuka aplikasi tersebut. Penggunaan Smart Mandaba ini juga dinilai lebih efisien dibandingkan metode konvensional berbasis kertas, karena mengurangi risiko kesalahan teknis seperti kertas jawaban yang sobek atau tertukar. Selain mengawasi jalannya pengerjaan, Tuti Mulyati selaku rekan pengawas juga melakukan pendataan kehadiran siswa. Berdasarkan data di Ruang 7, seluruh peserta hadir tepat waktu dan tidak ditemukan kendala teknis yang berarti pada perangkat masing-masing siswa.
Pihak madrasah menjelaskan bahwa pemilihan hari keempat untuk mata pelajaran Matematika bertujuan agar siswa memiliki waktu persiapan yang cukup di awal pekan. Kurikulum yang diujikan mencakup materi esensial dari kelas X hingga XII, yang menuntut pemahaman konsep yang mendalam. “Kami berharap melalui aplikasi Smart Mandaba, hasil ujian dapat mencerminkan kemampuan asli siswa secara objektif.” ungkap salah satu panitia ujian MAN 2 Bantul.
Ujian Madrasah ini dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 11 Februari 2026 selesai diujikan. Keberhasilan pelaksanaan hari keempat ini diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk tetap fokus menghadapi sisa hari ujian berikutnya. Dengan dukungan teknologi dan pengawasan yang ketat, MAN 2 Bantul optimis dapat mencetak lulusan yang unggul dalam bidang akademik maupun karakter. ™






