Bantul (MAN 2 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan melalui aksi masif penanaman pohon. Jumat (9 /1/26), madrasah resmi meluncurkan program penanaman 1.000 bibit pohon buah yang tersebar di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Bantul. Langkah ini diambil sebagai bagian dari akselerasi program Madrasah Adiwiyata sekaligus upaya mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan dihadiri oelh Kasi Penmad Kemenang Bantul Ahmad Musyadad, Lurah Sabdodadi, Babinsa, Babinkamtibmas serta komite madrasah. Rencana penanaman pohon ini tidak hanya berpusat di lingkungan sekolah, tetapi juga menjangkau wilayah yang lebih luas. Berdasarkan laporan panitia, pendistribusian dan penanaman 1.000 pohon buah tersebut mencakup lima area utama:
- Lingkungan Internal MAN 2 Bantul: Menambah koleksi tanaman peneduh dan produktif di taman madrasah.
- Lingkungan Kalurahan Sabdodadi: Sebagai bentuk pengabdian masyarakat di wilayah terdekat madrasah.
- Kalurahan Selopamioro: Sasarannya adalah area lahan kritis yang membutuhkan penghijauan untuk mencegah erosi.
- Bumi Perkemahan Banjaran, Guwosari: Mendukung fasilitas publik agar lebih asri bagi para penggiat pramuka dan wisatawan.
- Rumah Setiap Guru dan Murid: Mengajak warga sekolah menciptakan “Apotek Hidup” dan kebun buah mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati menyatakan bahwa pemilihan pohon buah—seperti sirsak, jambu mete, alpukat, dan nangka—bukan tanpa alasan. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon (CO2) dan peneduh, pohon buah memberikan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan bagi masyarakat di masa depan.
Program ini melibatkan seluruh civitas akademika, mulai dari siswa, guru, hingga pegawai. Para siswa terlihat antusias membawa bibit menggunakan kendaraan masing-masing untuk ditanam di rumah, sementara perwakilan organisasi siswa (OSIS) dan kader adiwiyata melakukan penanaman simbolis di Lingkungan MAN 2 Bantul. “Kami tidak hanya ingin mengejar predikat Adiwiyata di atas kertas, tapi kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan dalam sanubari setiap siswa. Satu pohon yang mereka tanam hari ini adalah warisan oksigen untuk masa depan.” ujar Saryanto koordinator program Adiwiyata MAN 2 Bantul. Dengan suksesnya aksi ini, MAN 2 Bantul berharap dapat menginspirasi madrasah lain di Yogyakarta untuk turut serta dalam gerakan hijau yang berkelanjutan. (ss)






