MAN 2 Bantul Gelar Tryout UTBK Perdana 2026, Siapkan Siswa Hadapi Seleksi Perguruan Tinggi

Bantul (MAN 2 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul melaksanakan kegiatan Tryout UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) pertama pada Jum’at (13/3/26). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pendampingan akademik bagi siswa kelas XII dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur UTBK-SNBT.

Tryout dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dengan suasana yang tertib dan kondusif. Para siswa mengikuti ujian dengan penuh keseriusan karena kegiatan ini dirancang menyerupai kondisi UTBK yang sebenarnya, baik dari segi waktu, jenis soal, maupun tingkat kesulitannya. Melalui simulasi ini, siswa diharapkan dapat mengukur kesiapan diri sekaligus melatih kemampuan dalam mengelola waktu saat mengerjakan soal.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan bahwa pelaksanaan tryout UTBK ini merupakan salah satu strategi madrasah dalam meningkatkan kesiapan akademik siswa sebelum menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Kegiatan tryout ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk memfasilitasi siswa agar lebih siap menghadapi UTBK. Kami ingin siswa MAN 2 Bantul tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga terbiasa dengan pola soal dan manajemen waktu dalam ujian.” ungkap Kepala MAN 2 Bantul.

Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa tryout ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi bagi siswa maupun guru pembimbing dalam memetakan kemampuan akademik siswa.

Melalui hasil tryout, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa pada setiap materi yang diujikan. Dengan demikian, pendampingan belajar yang diberikan dapat lebih terarah sehingga peluang siswa untuk diterima di perguruan tinggi semakin besar.” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, soal tryout terdiri dari tujuh materi utama yang mengacu pada komponen tes dalam UTBK. Materi pertama adalah Tes Potensi Skolastik (TPS) yang mencakup beberapa aspek penting, yaitu Penalaran Umum yang menguji kemampuan berpikir logis, deduktif, dan induktif, serta kemampuan kuantitatif yang berkaitan dengan konsep dasar matematika.

Selain itu terdapat Pengetahuan dan Pemahaman Umum, yang menguji kemampuan berbahasa seperti memahami ide pokok bacaan, makna kata, sinonim, serta kesesuaian isi wacana. Materi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami informasi yang disajikan dalam bentuk teks.

Pada bagian lain, terdapat Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis (PBM) yang berfokus pada kemampuan siswa dalam memperbaiki kata, menyusun kalimat efektif, menggunakan ejaan yang tepat, serta memahami struktur paragraf yang baik dan benar.

Sementara itu, pada bagian Pengetahuan Kuantitatif, siswa diuji dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan operasi aritmatika dasar, aljabar, statistik, serta geometri. Materi ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir numerik serta ketepatan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematis.

Selain TPS, peserta juga mengerjakan materi Literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang menguji kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, serta merefleksikan berbagai jenis teks. Dalam materi ini, siswa diminta untuk menentukan ide pokok bacaan, menarik simpulan, memahami hubungan antar paragraf, serta menafsirkan makna kata sesuai dengan konteks kalimat.

Materi terakhir adalah Penalaran Matematika, yang bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan konsep matematika dalam berbagai situasi kehidupan nyata. Soal-soal dalam bagian ini mencakup topik perbandingan, aritmatika sosial, geometri, hingga pemodelan fungsi matematika yang menuntut kemampuan analisis dan penalaran yang kuat.

Program tryout UTBK ini tidak hanya dilaksanakan satu kali. Pihak madrasah telah merencanakan empat kali pelaksanaan tryout UTBK secara bertahap. Setiap tryout akan diikuti dengan evaluasi hasil sehingga siswa dapat mengetahui perkembangan kemampuan mereka serta memperbaiki kekurangan yang masih dimiliki.

Nur Hasanah Rahmawati juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dalam menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi yang semakin ketat.

Kami berharap siswa MAN 2 Bantul memiliki semangat belajar yang tinggi dan terus berusaha meningkatkan kemampuan diri. Dengan persiapan yang matang, insyaallah mereka dapat meraih perguruan tinggi yang diimpikan.” tuturnya.

Melalui program pembinaan yang terstruktur ini, MAN 2 Bantul terus berkomitmen memberikan pendampingan akademik terbaik bagi siswa. Tryout UTBK tidak hanya menjadi sarana latihan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi madrasah dalam mencetak lulusan yang siap bersaing dan berprestasi di perguruan tinggi. (ftr)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top