MAN 2 Bantul Fasilitasi Proses Rekrutmen Richeese Factory bagi Siswa Program PKL

Bantul (MAN 2 Bantul) – MAN 2 Bantul mendukung kesiapan kerja peserta didik dengan memfasilitasi proses rekrutmen Richeese Factory yang diselenggarakan pada Selasa (10/2/26), bertempat di Laboratorium Komputer MAN 2 Bantul. Kegiatan rekrutmen di hari kedua ini berlangsung dengan lancar dan tertib, serta dilaksanakan langsung oleh tim Talent Acquisition Richeese Factory sebagai bagian dari proses seleksi peserta Program Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Proses rekrutmen ini diikuti oleh 28 siswa yang berasal dari MAN 2 Kulonprogo dan MAN 5 Sleman, khususnya dari jurusan Tata Boga dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Kehadiran peserta dari dua madrasah tersebut menunjukkan sinergi antarsatuan pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja, khususnya di sektor Food and Beverage (FnB).

Kegiatan seleksi dilaksanakan secara terstruktur melalui beberapa tahapan, yaitu wawancara, tes fisik, dan psikotes. Pada tahap wawancara, siswa dinilai dari aspek kepribadian, motivasi kerja, kemampuan komunikasi, serta kesiapan mental untuk bekerja di lingkungan industri FnB yang dinamis. Sementara itu, tes fisik bertujuan untuk memastikan kesiapan kondisi jasmani peserta, dan psikotes digunakan untuk mengukur karakter, kedisiplinan, serta daya tahan kerja siswa.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan bahwa pelaksanaan rekrutmen ini merupakan bagian dari dukungan madrasah terhadap program Praktik Kerja Lapangan (PKL). ā€œProgram PKL dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Tidak hanya untuk memenuhi tuntutan kurikulum, PKL juga menjadi upaya strategis dalam menambah pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman nyata siswa di dunia industri. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh di bangku sekolah ke dalam situasi kerja yang sesungguhnya,ā€ tuturnya.

Jurusan Tata Boga memiliki keterkaitan erat dengan industri FnB, karena membekali siswa dengan kompetensi pengolahan makanan, sanitasi dan higiene, pelayanan makanan, serta pemahaman standar kerja dapur dan restoran. Sementara itu, jurusan APHP berfokus pada pengolahan hasil pertanian, pengendalian mutu produk pangan, serta pemahaman proses produksi yang efisien dan aman. Kedua jurusan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri Richeese Factory yang menuntut ketelitian, konsistensi kualitas, serta kedisiplinan kerja tinggi.

Dengan terselenggaranya proses rekrutmen Richeese Factory di MAN 2 Bantul, madrasah tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penghubung strategis antara siswa dan dunia kerja. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia industri dan kerja di masa depan. (add)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top