Kimia di Sekitar Kita: Siswa Kelas XB Praktik Fermentasi Bahan Makanan

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pembelajaran Kimia di MAN 2 Bantul terus dikembangkan agar lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dalam kegiatan pembelajaran bertema “Proses Kimia di Lingkungan Sekitar” yang dilaksanakan di kelas XB pada Selasa (13 /1/26), bertempat di ruang kelas.

Pada pembelajaran tersebut, siswa mempelajari proses fermentasi bahan makanan sebagai contoh nyata transformasi kimia yang melibatkan peran mikroorganisme. Fermentasi merupakan proses penguraian senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui aktivitas mikroba, yang banyak dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai produk pangan sehari-hari.

Kegiatan pembelajaran dirancang dalam bentuk praktik kelompok, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mengalaminya secara langsung. Bahan yang difermentasi tidak dibatasi pada satu jenis saja, melainkan beragam sesuai potensi dan kajian teori yang telah dipelajari. Di antaranya tape ketan, tape singkong, tape nasi biasa, tempe kedelai, tempe kacang tanah, serta yogurt.

Menariknya, praktik fermentasi ini juga menerapkan prinsip Kimia Hijau. Dalam pembuatan tape, siswa menggunakan pewarna alami, seperti warna merah dari buah naga warna hijau dari daun suji atau daun pandan, dan warna ungu dari bunga telang. Penggunaan bahan alami ini bertujuan untuk meminimalkan penggunaan zat kimia sintetis sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya proses kimia yang aman dan ramah lingkungan.

Salah satu siswa kelas XB, Farhan Ahsani, mengaku bahwa pembelajaran praktik ini membuat materi Kimia terasa lebih nyata dan mudah dipahami.

“Dengan praktik fermentasi, saya jadi lebih mengerti bahwa kimia itu tidak hanya rumus, tetapi benar-benar ada dalam kehidupan sehari-hari dan bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Puji Lestari, Guru Kimia MAN 2 Bantul menjelaskan bahwa pembelajaran ini sengaja dirancang berbasis pengalaman langsung agar siswa mampu mengaitkan konsep kimia dengan lingkungan sekitar.

“Melalui praktik fermentasi, siswa belajar tentang peran mikroorganisme, perubahan zat, dan penerapan prinsip kimia hijau. Harapannya, siswa tidak hanya paham konsep, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan,” jelasnya.

Selama proses fermentasi berlangsung, siswa melakukan pengamatan bertahap, mencatat perubahan fisik maupun aroma bahan, serta mendokumentasikan hasilnya dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah disediakan. Pada akhir proses, setiap kelompok dijadwalkan untuk mempresentasikan hasil fermentasi dan menjelaskan proses kimia yang terjadi berdasarkan pengamatan mereka.

Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman tentang fermentasi sebagai proses kimia, tetapi juga mengembangkan keterampilan kolaborasi, berpikir ilmiah, serta kepedulian terhadap lingkungan. Pembelajaran Kimia pun menjadi lebih bermakna, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan nyata. (pjl).

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top