Bantul (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul menggelar kegiatan Reviu Kurikulum 1503 dan Implementasi Kokurikuler di Madrasah pada Jumat (2/1/2026) di Aula Madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya penyamaan persepsi terhadap kebijakan kurikulum terbaru di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menekankan bahwa terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 membawa perubahan yang sangat mendasar dalam arah pendidikan madrasah.
“Perubahan ini bukan sekadar pergantian regulasi, tetapi perubahan paradigma. KMA 1503 Tahun 2025 memperkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai fondasi filosofis pendidikan madrasah. Artinya, proses pendidikan harus dilandasi nilai kasih sayang, empati, kepedulian, dan penghargaan terhadap martabat setiap peserta didik,” tutur beliau.
Lebih lanjut disampaikan bahwa melalui Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diarahkan tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, toleran, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kepala MAN 2 Bantul juga mengajak seluruh guru untuk tidak memandang kurikulum baru sebagai beban administrasi, melainkan sebagai peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan relevan dengan tantangan zaman.
“Guru adalah aktor utama dalam keberhasilan implementasi kurikulum ini. Maka yang perlu kita ubah pertama kali adalah cara pandang kita terhadap peserta didik, dari sekadar objek pembelajaran menjadi subjek yang harus kita dampingi dengan cinta dan keteladanan,” imbuhnya.
Kegiatan reviu ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi seluruh pendidik MAN 2 Bantul agar siap mengimplementasikan kebijakan kurikulum madrasah secara optimal, selaras dengan visi madrasah dalam membentuk generasi Mutiara Berkarakter.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Bantul memiliki pemahaman yang sama terhadap semangat Kurikulum 1503 serta mampu menerapkannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari secara konsisten dan berkelanjutan. (ith)






