Boyolali (MAN 2 Bantul) – Sebanyak 43 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Wilayah Jawa Tengah melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus pendampingan dalam rangka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Kloter yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan pada 12ā13 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh petugas dari Embarkasi Solo (SOC) dan Embarkasi Yogyakarta (YIA) sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan layanan menjelang operasional haji 1447 H/2026 M.
Rombongan PPIH Arab Saudi yang hadir terdiri dari berbagai unit layanan strategis, meliputi pelayanan pelindungan jemaah, layanan lansia dan disabilitas, pertolongan pertama jemaah haji, bimbingan ibadah, konsumsi, media center haji, akomodasi dan transportasi, serta layanan kesehatan. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Tengah, Fitriyanto, di Gedung Kesehatan Muzdalifah.
Fitriyanto menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian penting dalam memperkuat sinergi antara petugas di Arab Saudi dan petugas kloter di Tanah Air. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mendukung kesiapan operasional serta memastikan pelayanan yang optimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Diklat PPIH Kloter ini diikuti oleh 426 peserta dari berbagai unsur, termasuk Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, yang turut ambil bagian sebagai peserta. Keikutsertaan beliau menunjukkan komitmen dalam mempersiapkan diri guna mendukung pelayanan haji yang profesional, amanah, dan berintegritas.
Menanggapi kegiatan tersebut, Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan bahwa kehadiran tim PPIH Arab Saudi memberikan pengalaman dan wawasan yang sangat berharga bagi para peserta diklat. āPendampingan langsung dari petugas yang bertugas di Arab Saudi memberikan gambaran nyata mengenai kondisi dan tantangan pelayanan di lapangan. Hal ini menjadi bekal penting bagi kami untuk meningkatkan kesiapan, baik secara mental, teknis, maupun spiritual dalam melayani jemaah haji.ā ungkapnya.
Selain bersilaturahmi, tim PPIH Arab Saudi juga mengikuti berbagai rangkaian kegiatan pelatihan, seperti briefing pelaku dalam gladi posko, sesi perkenalan dengan petugas kloter, serta partisipasi dalam simulasi kesiapsiagaan layanan, khususnya pada fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Melalui simulasi tersebut, para peserta dilatih menghadapi berbagai situasi layanan secara terpadu, mulai dari aspek kesehatan, mobilitas jemaah, hingga pendampingan ibadah.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan seluruh peserta diklat semakin siap menjalankan tugas secara profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, sehingga operasional haji dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan bermartabat. (nhr)






