Bantul (MAN 2 Bantul) — Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2MA) DIY 2025 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (27/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas pimpinan madrasah dalam penguatan tata kelola berbasis teknologi dan data.
K2MA DIY menjadi salah satu dari tujuh penerima Program Bantuan Pemberdayaan KKG/MGMP/KKM/Pokjawas Tahun Anggaran 2025 yang dicanangkan oleh Direktorat GTK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran komunitas profesi madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi berjudul “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Tata Kelola Madrasah Berbasis Data” yang disampaikan oleh Ariesta Damayanti, dosen Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) Yogyakarta. Materi menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi AI dalam membantu pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan administrasi madrasah yang lebih efisien, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik dan masyarakat.
Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk mengolah data akademik, kehadiran, kinerja guru, hingga pemetaan kebutuhan siswa secara lebih cepat dan akurat. Hal ini diharapkan mampu mendorong madrasah menuju sistem pengelolaan yang modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepala MAN 2 Bantul menyambut positif kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi digital madrasah.
“Kegiatan ini sangat penting bagi kepala madrasah untuk membuka wawasan tentang bagaimana teknologi, khususnya kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan secara bijak dalam pengelolaan madrasah. Dengan tata kelola berbasis data, pengambilan keputusan akan menjadi lebih objektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan,” ujar Nur Hasanah Rahmawati.
Ia juga menambahkan bahwa madrasah harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan.
“Transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat pelayanan, transparansi, dan akuntabilitas madrasah kepada masyarakat,” tambahnya.
Dengan mengikuti kegiatan K2MA DIY 2025 ini, diharapkan para kepala madrasah, termasuk MAN 2 Bantul, dapat mengimplementasikan pemanfaatan AI secara tepat guna dalam pengelolaan madrasah, sehingga mampu meningkatkan efektivitas layanan pendidikan sekaligus menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis. (ith)






