Jejak Perjuangan Bangsa Menginspirasi, Siswa APHP MAN 2 Bantul Studi Edukatif ke Museum Vredeburg

Yogyakarta (MAN 2 Bantul) – Semangat meneladani perjuangan para pahlawan diwujudkan melalui kegiatan studi edukatif yang dilaksanakan siswa kelas XII Keterampilan APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) MAN 2 Bantul ke Museum Benteng Vredeburg pada Jumat (13 /2/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran sejarah yang dikemas secara kontekstual sekaligus upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa.

Sejak pagi hari, para siswa telah bersiap mengikuti kunjungan dengan penuh antusias. Didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Nurhayati, serta Guru Keterampilan APHP, Kurnia Oktaviany, rombongan berangkat menuju pusat Kota Yogyakarta untuk menyaksikan secara langsung salah satu saksi sejarah perjuangan bangsa.

Setibanya di Museum Benteng Vredeburg, siswa langsung disambut dengan penjelasan mengenai sejarah berdirinya benteng yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Mereka diajak memahami bagaimana benteng tersebut awalnya berfungsi sebagai markas pertahanan, kemudian bertransformasi menjadi museum yang menyimpan berbagai rekam jejak perjuangan bangsa Indonesia.

Rangkaian diorama yang menggambarkan peristiwa penting dalam sejarah nasional menjadi daya tarik utama bagi para siswa. Visualisasi perjuangan rakyat Indonesia pada masa penjajahan, peristiwa kebangkitan nasional, hingga detik-detik proklamasi kemerdekaan disajikan secara runtut dan informatif. Para siswa terlihat serius mengamati setiap detail, sembari mencatat informasi penting yang disampaikan oleh pemandu museum.

Suasana pembelajaran terasa hidup dan interaktif. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan terkait tokoh-tokoh perjuangan maupun latar belakang peristiwa sejarah tertentu. Diskusi singkat pun terjadi di beberapa sudut ruang pamer, menunjukkan tingginya minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang disampaikan.

Nurhayati menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Menurutnya, belajar sejarah secara langsung di lokasi bersejarah mampu memberikan kesan yang lebih mendalam dibandingkan hanya membaca buku teks di kelas.

Melihat langsung diorama dan koleksi sejarah membuat siswa lebih mudah memahami konteks perjuangan bangsa. Nilai-nilai nasionalisme dan semangat persatuan dapat dirasakan secara lebih nyata.” ujarnya.

Sementara itu, Kurnia Oktaviany menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Ia berharap siswa mampu mengambil pelajaran dari sejarah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perjuangan para pahlawan tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diteladani. Semangat pantang menyerah, kebersamaan, dan cinta tanah air harus terus hidup dalam diri generasi muda.” jelasnya.

Selain menyaksikan diorama, siswa juga mempelajari berbagai koleksi dokumentasi sejarah berupa foto, arsip, serta benda-benda peninggalan masa perjuangan. Informasi mengenai dinamika politik dan sosial pada masa perjuangan kemerdekaan turut memperkaya wawasan mereka.

Kegiatan ini menjadi momen refleksi yang bermakna. Beberapa siswa mengaku lebih tersentuh setelah menyaksikan secara langsung gambaran perjuangan rakyat Indonesia. Mereka menyadari bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil pengorbanan yang besar dan tidak ternilai.

Sebagai madrasah yang menekankan keseimbangan antara penguatan akademik, keterampilan, dan karakter, MAN 2 Bantul terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang inspiratif. Studi edukatif ke museum menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai kebangsaan secara konkret dan aplikatif.

Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran di luar kelas mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman secara lebih mendalam. Pengalaman langsung di lokasi bersejarah memberikan perspektif baru yang memperkaya materi yang telah dipelajari di kelas.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif seluruh siswa. Dengan penuh semangat, rombongan kembali ke madrasah membawa pengalaman baru dan inspirasi dari jejak perjuangan bangsa.

Melalui studi edukatif ini, diharapkan siswa semakin mencintai tanah air dan memiliki kesadaran untuk berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Jejak perjuangan yang mereka saksikan di Museum Benteng Vredeburg menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan semangat perjuangan dalam bentuk karya dan prestasi di masa kini. (ftr)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top