Integrasi Teknologi dan Literasi Kitab, Pembelajaran Bahasa Arab di MAN 2 Bantul Semakin Mengasyikkan

Bantul (MAN 2 Bantul) – Suasana pagi di MAN 2 Bantul terasa khusyuk dan penuh semangat. Setelah menyelesaikan kegiatan rutin salat Dzuha berjamaah di Masjid At-Ta’awun, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII kembali ke ruang kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran sesuai jadwal.

Kelas XI/A pada hari itu mengikuti pembelajaran Bahasa Arab bersama guru Bahasa Arab, Abdul Ghofur. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang berbeda dari kesan lama yang kerap menganggap Bahasa Arab sebagai mata pelajaran yang sulit dan menegangkan. Di kelas XI/A, Bahasa Arab justru hadir sebagai proses belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan adaptif melalui inovasi metode serta pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Materi yang diajarkan mengacu pada empat kemahiran berbahasa atau Mahaaratul Arba’ah, yaitu kemahiran Kalam (berbicara), Qira’ah (membaca), Kitabah (menulis), dan Istima’ (mendengarkan). Keempat aspek ini dikembangkan secara terpadu agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan Bahasa Arab secara aktif dalam komunikasi.

Dalam proses pembelajaran, Abdul Ghofur memadukan metode interaktif dengan penggunaan media komunikasi visual seperti telepon genggam (HP) dan LCD. Selain itu, kegiatan literasi juga dilaksanakan dengan memanfaatkan kitab-kitab berbahasa Arab yang tersedia di Perpustakaan Mutiara Ilmu. Perpaduan antara teknologi modern dan literatur klasik tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya, sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan siswa secara lebih mendalam dan bermakna.

Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat. Muhammad Wildan, Dani Setyawan, Anisa Aulia, dan Asyfiatun Maisarah (XI/A) mengungkapkan bahwa suasana belajar Bahasa Arab kini terasa lebih kondusif dan menyenangkan. Mereka merasakan adanya perubahan atmosfer pembelajaran yang lebih komunikatif dan interaktif dibandingkan sebelumnya.

Menurut Abdul Ghofur, pembelajaran Bahasa Arab harus terus berkembang mengikuti karakter dan kebutuhan peserta didik. Melalui program supervisi akademik yang rutin diterapkan, ia berupaya memastikan proses belajar berjalan efektif, nyaman, dan berkelanjutan. Guru bahasa, termasuk Bahasa Arab, dituntut mampu bertransformasi dari metode tradisional menuju pendekatan modern yang lebih kreatif.

Pengembangan modul ajar berbasis “Kurikulum Berbasis Cinta” juga menjadi bagian dari strategi pembelajaran. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Bahkan, integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) mulai diperkenalkan agar pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan zaman dan posisi Bahasa Arab sebagai bahasa global.

Dengan inovasi yang terus dilakukan, pembelajaran Bahasa Arab di MAN 2 Bantul tidak hanya menjadi sarana akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan penguatan spiritual siswa secara berkelanjutan. (abd)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top