Bantul (MAN 2 Bantul) — Kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) MAN 2 Bantul tahun pelajaran 2025/2026 memasuki hari kedua pada Selasa (15/7/2025). Salah satu materi penting yang disampaikan kepada siswa baru adalah Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bantul.
Materi SPAB difokuskan pada edukasi kebencanaan dan simulasi penanganan kebakaran ringan, agar siswa memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana, khususnya kebakaran, yang dapat terjadi di lingkungan madrasah maupun rumah.
Kegiatan dilaksanakan di halaman madrasah dan dipandu langsung oleh tim dari Damkar Bantul. Para siswa diberi pemahaman tentang jenis-jenis kebakaran, sumber penyebab kebakaran, serta tindakan awal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran. Selain teori, siswa juga diajak praktik langsung memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan karung basah.
Suasana sosialisasi berlangsung seru dan interaktif. Para siswa antusias bertanya dan mencoba peralatan yang dibawa oleh petugas Damkar. Beberapa siswa bahkan berhasil melakukan pemadaman api simulasi dengan benar dan tepat waktu.
Salah satu petugas Damkar mengatakan bahwa pelatihan semacam ini penting diberikan kepada pelajar agar mereka tidak panik dan bisa bertindak cepat saat menghadapi situasi darurat.
Secara terpisah, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Damkar Bantul dalam rangka penguatan SPAB di madrasah. Ia menegaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini.
“Kami ingin memastikan bahwa siswa MAN 2 Bantul tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi potensi bencana. Edukasi SPAB ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter dan kesiapsiagaan siswa,” ungkapnya.



Ia juga menambahkan bahwa madrasah memiliki komitmen untuk menjadi satuan pendidikan yang aman, inklusif, dan tanggap bencana sesuai dengan arahan Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa baru MAN 2 Bantul memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan awal dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. (ith)