Bantul (MAN 2 Bantul) – Guru Ekonomi MAN 2 Bantul, Fitria Endang Susana, M.Pd., berpartisipasi aktif dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi SMA/MA Kabupaten Bantul yang digelar pada Kamis (28/8/2025) di SMA Negeri 1 Kasihan. Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB ini dihadiri oleh guru-guru ekonomi dari berbagai sekolah menengah atas se-Kabupaten Bantul.
Acara dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Kasihan, Sutrino, yang menekankan pentingnya MGMP sebagai ruang kolaborasi produktif antarpendidik. “MGMP bukan sekadar forum pertemuan rutin, tetapi harus menjadi wadah untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, dan mencari solusi pembelajaran.” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, narasumber Dwi Subekti (SMA Negeri 1 Bantul) menyampaikan materi terkait Capaian Pembelajaran (CP) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) mata pelajaran Ekonomi. Ia menegaskan bahwa CP menjadi panduan arah pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, sementara TKA berbasis literasi menjadi instrumen penting untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa.
Dwi Subekti menjelaskan tiga tipe soal utama TKA, yaitu:
-
Pilihan Ganda Sederhana
-
Pilihan Ganda Kompleks
-
Benar-Salah
“Setiap soal TKA diawali stimulus literasi. Siswa dilatih memahami bacaan, menganalisis informasi, lalu mengambil keputusan. Inilah yang membedakan TKA dengan tes konvensional.” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para guru saling berbagi pengalaman menyusun soal berbasis literasi. Dwi Subekti juga memberi tips praktis, seperti melibatkan artikel ekonomi sederhana, menginterpretasi data tabel/grafik, dan menerapkan Project Based Learning.
Fitria Endang Susana menilai materi yang diperoleh sangat relevan bagi pembelajaran di MAN 2 Bantul. “Sebagai guru, kita tidak boleh berhenti belajar. Dengan MGMP, kita bisa berbagi pengalaman dan memperkuat strategi pembelajaran berbasis literasi. Saya lebih mantap menyusun soal TKA setelah forum ini.” ungkapnya.
Menutup kegiatan, para peserta sepakat menyusun kisi-kisi dan soal TKA ekonomi sebagai latihan siswa, serta menjalin komunikasi rutin antaranggota MGMP. Harapannya, hasil kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi di Bantul. (ftr)