Bantul (MAN 2 Bantul) – MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja melalui program magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Pada Senin (23/2/2026), sebanyak empat siswa kelas XII jurusan otomotif resmi diserahkan untuk melaksanakan kegiatan magang di BMS Motor Susilo yang berlokasi di Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Penyerahan siswa dilakukan langsung oleh guru pembimbing keterampilan otomotif, Purwo Susilo, dan diterima oleh Susilo selaku owner BMS Motor Susilo. Acara penyerahan berlangsung sederhana namun penuh makna, sebagai simbol dimulainya proses pembelajaran siswa di dunia kerja nyata.
Adapun siswa yang mengikuti program magang tersebut adalah Ahmad Purbowangi (XII C), Alfian Syarif H (XII C), Arya Putra Hafidz (XII E), dan Sofyan Hadi K (XII F). Keempat siswa ini akan menjalani praktik kerja industri mulai 23 Februari hingga 30 April 2026.
Dalam sambutannya, Purwo Susilo menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bagian penting dari kurikulum pembelajaran di jurusan otomotif. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi siswa, khususnya dalam praktik perawatan dan perbaikan sepeda motor. Dengan terjun langsung ke bengkel, siswa akan mendapatkan pengalaman kerja yang sesungguhnya, sehingga setelah lulus mereka siap langsung bekerja di DUDI,” jelasnya.
Sementara itu, Susilo selaku pemilik bengkel menyambut baik kehadiran para siswa magang. Ia menegaskan bahwa pihak bengkel siap membimbing dan memberikan pengalaman kerja sesuai standar pelayanan industri. “Kami akan melibatkan siswa dalam berbagai pekerjaan, mulai dari servis ringan, servis berkala, perbaikan sistem mesin, sistem kelistrikan, hingga penanganan keluhan pelanggan. Harapannya, mereka benar-benar memahami budaya kerja di bengkel profesional,” ungkapnya.
BMS Motor Susilo sendiri merupakan salah satu bengkel yang cukup dikenal di wilayah Panggungharjo dan sekitarnya. Dengan jumlah pelanggan yang cukup ramai, bengkel ini dinilai tepat sebagai tempat belajar bagi siswa untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus membangun etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan komunikasi dengan pelanggan.
Program magang ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap profesional. Selama kurang lebih dua bulan, siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami standar operasional prosedur (SOP), menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta menunjukkan integritas dalam setiap tugas yang diberikan.
Pihak sekolah berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat memperkuat kompetensi yang telah diperoleh di bangku madrasah dengan pengalaman nyata di lapangan. Sinergi antara sekolah dan dunia industri menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja.
Dengan dimulainya kegiatan magang ini, diharapkan keempat siswa MAN 2 Bantul mampu memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya, sehingga setelah masa magang berakhir pada 30 April 2026, mereka memiliki bekal keterampilan, pengalaman, dan kepercayaan diri untuk langsung terjun ke dunia usaha dan dunia industri otomotif. (pur)






