Bali (MAN 2 Bantul) — Siswa kelas XI MAN 2 Bantul melaksanakan kegiatan kunjungan industri dan budaya ke Surabaya dan Bali yang berlangsung selama 15–19 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta didik dalam bidang industri, kebudayaan, serta memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah kunjungan budaya ke Desa Wisata Penglipuran yang dilaksanakan pada Sabtu (17/1/2026). Desa Wisata Penglipuran terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, dengan luas wilayah sekitar 112 hektare. Pemanfaatan wilayah desa ini meliputi 50 hektare lahan pertanian, 45 hektare hutan bambu, 4 hektare hutan kayu, 9 hektare permukiman, 4 hektare kawasan tempat suci, serta area fasilitas umum.
Secara geografis, Desa Wisata Penglipuran berada pada ketinggian 600–650 meter di atas permukaan laut, sehingga memiliki suhu udara yang sejuk. Lokasinya juga strategis dengan jarak sekitar 60 kilometer atau 1 jam 30 menit perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa adat yang masih sangat menjaga kelestarian budaya Bali. Pola tata ruang, arsitektur bangunan, serta pengelolaan lingkungan desa masih berlandaskan pada konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam. Desa ini juga berhasil mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa meninggalkan tradisi. Atas komitmennya dalam menjaga lingkungan, Desa Penglipuran memperoleh Penghargaan Kalpataru pada tahun 1995 atas keberhasilannya melestarikan hutan bambu.

Guru pendamping kegiatan, Tujilah, menyampaikan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik. “Kegiatan kunjungan industri dan budaya ini memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa. Mereka tidak hanya melihat langsung kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga belajar tentang kearifan lokal, pelestarian lingkungan, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga dengan baik.” tuturnya.
Salah satu peserta, Miftahuljanah, mengaku terkesan dengan suasana Desa Wisata Penglipuran. “Desa Penglipuran sangat bersih dan tertata rapi. Saya belajar bahwa menjaga budaya dan lingkungan bisa berjalan seiring dengan pariwisata. Pengalaman ini sangat berkesan dan menambah wawasan kami.” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul berharap peserta didik dapat menumbuhkan rasa cinta budaya bangsa, kepedulian terhadap lingkungan, serta memiliki wawasan luas sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.(ith)






