Perkuat Silaturahmi dan Inovasi, MAN 1 Tegal Lakukan Studi Banding ke MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul)– Dalam upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan, MAN 1 Tegal melaksanakan kunjungan studi banding ke MAN 2 Bantul pada Sabtu (7/11/2026). Rombongan berjumlah 19 orang dipimpin langsung oleh Kepala MAN 1 Tegal, Dr. H. Kasturi, M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha, Hj. Hanifah, S.E., serta guru dan tenaga kependidikan.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., bersama Pengawas Madrasah, Heni Prilantari, M.Pd., Kepala Tata Usaha MAN 2 Bantul, Bahar Rozak, S.H., serta jajaran guru dan tenaga kependidikan. Pertemuan yang berlangsung di Aula MAN 2 Bantul tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pertukaran pengalaman dalam mengembangkan madrasah.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Tegal, Dr. H. Kasturi, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan untuk belajar secara langsung, menggali praktik baik, serta mendapatkan inspirasi dari berbagai inovasi yang telah dikembangkan MAN 2 Bantul. Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bahan pengembangan program sekaligus meningkatkan mutu pengelolaan dan pelayanan pendidikan di MAN 1 Tegal.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan MAN 1 Tegal yang telah memilih MAN 2 Bantul sebagai tujuan studi banding. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk saling belajar dan berbagi keunggulan.

Dalam sambutannya, Nur Hasanah juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik MAN 2 Bantul saat ini hanya sekitar separuh dari jumlah siswa MAN 1 Tegal. Meski memiliki perbedaan dari sisi jumlah peserta didik dan fasilitas, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk saling bertukar pengalaman dan mengembangkan inovasi.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam memajukan madrasah bukan semata-mata menyediakan sarana dan prasarana, melainkan membangun pola pikir atau mindset seluruh warga madrasah. Guru dan tenaga kependidikan perlu memiliki semangat yang sama untuk terus berkembang, terbuka terhadap perubahan, serta berani melakukan pembaruan.

“Memajukan madrasah tidak cukup hanya dengan membangun sarana dan prasarana, tetapi yang lebih penting adalah membangun pola pikir dan semangat seluruh warga madrasah. Ketika guru dan pegawai memiliki visi yang sama, mau bekerja sama, dan saling mendukung, maka kemajuan madrasah akan lebih mudah diwujudkan,” ungkapnya.

Untuk menggambarkan pentingnya kekompakan, Nur Hasanah mengibaratkan pengelolaan madrasah seperti sebuah tim sepak bola. Setiap pemain memiliki posisi, tugas, dan kemampuan yang berbeda. Namun, seluruhnya harus membangun komunikasi, menjalankan tanggung jawab, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Begitu pula di madrasah, keberhasilan tidak dapat dicapai oleh satu atau dua orang saja, tetapi membutuhkan kontribusi seluruh unsur organisasi.

Lebih lanjut, ia berharap hubungan baik antara kedua madrasah dapat terus terjalin. Bahkan, MAN 2 Bantul berkeinginan untuk melakukan kunjungan balasan ke MAN 1 Tegal guna belajar dan menggali berbagai keunggulan serta inovasi yang telah dikembangkan di sana.

Kegiatan studi banding ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarmadrasah memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Melalui silaturahmi, pertukaran gagasan, dan praktik baik, kedua lembaga diharapkan dapat saling menguatkan dalam mengembangkan tata kelola, inovasi program, serta pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas. (bhr)

MAN 2 BANTUL – Madrasah Technopreneur, Terampil Berkarakter.

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top