Guru MAN 2 Bantul Infakkan Rp11,75 Juta atas Nama Almarhumah Ibunda untuk Masjid At-Ta’awun

Bantul (MAN 2 Bantul) – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di MAN 2 Bantul, Kamis (22/10/2026), menjadi momentum yang sarat makna. Di tengah kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat, keluarga besar madrasah menyaksikan sebuah teladan bakti seorang anak kepada orang tua melalui penyerahan infak sebesar Rp11.750.000 untuk mendukung pembangunan Masjid At-Ta’awun MAN 2 Bantul.

Infak tersebut diserahkan oleh Dra. Siti Nuraini, salah satu guru MAN 2 Bantul, atas nama almarhumah ibundanya, Hj. Mursiyah/Siswo Atmojo, yang telah berpulang sekitar tiga minggu sebelumnya. Donasi ini menjadi wujud cinta dan bakti seorang anak yang tetap diwujudkan melalui amal saleh, meskipun sang ibu telah tiada.

Penyerahan infak di hadapan para siswa dan seluruh civitas akademika itu menghadirkan suasana haru. Momen tersebut sekaligus memberikan pelajaran berharga bahwa bakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka meninggal dunia, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui doa dan amal kebaikan.

Infak untuk Keberlanjutan Pembangunan Masjid At-Ta’awun

Infak yang diberikan Siti Nuraini memiliki arti penting bagi keberlanjutan pembangunan Masjid At-Ta’awun MAN 2 Bantul. Masjid dua lantai berukuran 14 × 15 meter ini dibangun melalui semangat gotong royong keluarga besar MAN 2 Bantul bersama masyarakat. Pembangunannya dapat diselesaikan dalam waktu tujuh bulan dengan biaya mendekati Rp1 miliar.

Dalam proses pembangunannya, sebagian kebutuhan dana dipenuhi melalui dana talangan sebesar Rp500 juta. Hingga kini, kewajiban pengembalian dana tersebut masih berlangsung secara bertahap melalui sistem cicilan. Oleh karena itu, dukungan infak dan sedekah dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu menyelesaikan tanggung jawab pembiayaan pembangunan masjid.

Kepala Madrasah: Semoga Menjadi Amal Jariyah yang Tak Terputus

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas ketulusan Siti Nuraini beserta keluarga. Dengan penuh haru, ia memberikan apresiasi atas infak yang diniatkan sebagai amal jariyah bagi almarhumah ibunda.

“Jazakumullah khairan katsiran. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bu Aini dan keluarga. Semoga menjadi amal ibadah bagi keduanya, menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak terputus, sekaligus menginspirasi kita semua,” ungkap Nur Hasanah sembari memeluk Siti Nuraini.

Ia juga berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus menumbuhkan karakter religius, cinta tanah air, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Lebih dari itu, nilai-nilai Hari Santri hendaknya mendorong para siswa untuk semakin menghormati dan berbakti kepada orang tua.

Salah seorang siswa kelas XII, Hafidz, turut mengungkapkan kekagumannya atas keteladanan yang ditunjukkan gurunya.

“Bu Aini, masyaallah. Semoga menjadi amal ibadah keduanya dan menjadi amal jariyah yang tidak terputus,” tuturnya.

Simaan Al-Qur’an dan Doa Mujahadah Bersama

Peringatan Hari Santri Nasional di MAN 2 Bantul juga diisi dengan kegiatan simaan Al-Qur’an dan doa mujahadah bersama yang dipimpin oleh Mubtadi’in, Kepala Unit Keagamaan MAN 2 Bantul.

Dalam sambutannya, Mubtadi’in menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Siti Nuraini atas infak yang pahalanya diniatkan untuk almarhumah ibundanya. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan contoh nyata kasih sayang seorang anak kepada orang tua yang terus diwujudkan melalui amal kebaikan.

“Penyerahan infak ini menjadi wujud kasih sayang seorang anak kepada orang tua yang tetap diwujudkan melalui amal kebaikan,” ungkapnya.

Ia pun mengajak para siswa menjadikan peristiwa tersebut sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan.

“Ini pelajaran berharga buat kalian, anak-anak. Insyaallah, kalian nanti menjadi anak yang sukses dan bisa menghadiahkan amal kebaikan untuk orang tua kalian,” imbuhnya.

Penghargaan atas Ketulusan dan Kepedulian

Sebagai bentuk apresiasi, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyerahkan piagam penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Siti Nuraini. Penyerahan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur keluarga besar madrasah atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendukung keberlanjutan pembangunan rumah ibadah.

Momentum Hari Santri Nasional tahun ini pun menghadirkan pesan yang lebih mendalam bagi seluruh warga MAN 2 Bantul. Semangat santri bukan hanya tercermin dalam ibadah dan kecintaan terhadap agama, tetapi juga dalam ketulusan berbagi, kepedulian terhadap sesama, serta bakti kepada orang tua.

Melalui keteladanan Siti Nuraini, keluarga besar MAN 2 Bantul belajar bahwa kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semoga infak tersebut menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi almarhumah ibunda, sekaligus membantu terwujudnya Masjid At-Ta’awun sebagai pusat ibadah, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan madrasah. (ith)

MAN 2 Bantul — Madrasah Technopreneur, Terampil Berkarakter.

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top