Guru dan Siswa MAN 2 Bantul Ikuti Survei Sahabat KBC, Potret Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Bantul (MAN 2 Bantul) – MAN 2 Bantul melaksanakan pengisian Survei Sahabat KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer Lantai 3 mulai pukul 08.15 hingga 09.30 WIB ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri atas 3 guru dan 30 siswa. Seluruh peserta mengikuti survei dengan tenang, serius, dan penuh tanggung jawab sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Survei Sahabat KBC merupakan salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana implementasi Kurikulum Berbasis Cinta telah diterapkan di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh gambaran mengenai pelaksanaan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan, baik dalam interaksi antara guru dan siswa maupun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan MAN 2 Bantul.

Peserta survei terdiri atas guru dan siswa yang ditunjuk oleh sistem secara acak. Mekanisme pemilihan tersebut memungkinkan responden yang terpilih memberikan gambaran berdasarkan pengalaman dan pandangan mereka terhadap penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Pelaksanaan survei dipusatkan di Laboratorium Multimedia Lantai 3 untuk mendukung kelancaran pengisian instrumen secara digital. Sejak kegiatan dimulai pukul 08.15 WIB, para peserta mengikuti arahan dan mengerjakan setiap pertanyaan yang tersedia dengan saksama.

Suasana laboratorium tampak kondusif, dengan peserta berkonsentrasi menyelesaikan isian survei hingga kegiatan berakhir pada pukul 09.30 WIB. Secara garis besar, pertanyaan dalam Survei Sahabat KBC berkaitan dengan sejauh mana nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta telah diimplementasikan di MAN 2 Bantul. Isian survei tersebut menjadi sarana untuk menghimpun pandangan guru dan siswa mengenai pengalaman mereka terhadap penerapan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai-nilai cinta sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih humanis, penuh kepedulian, saling menghargai, serta menjunjung tinggi sikap toleransi. Nilai-nilai tersebut menjadi penting dalam membangun hubungan yang positif antara warga madrasah sekaligus mendukung tumbuhnya karakter peserta didik yang berakhlak mulia. Pelaksanaan survei yang berjalan tertib dan lancar menunjukkan keseriusan para peserta dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Partisipasi guru dan siswa juga menjadi bagian penting dalam memberikan masukan mengenai pelaksanaan program di lingkungan madrasah.

   

Melalui Survei Sahabat KBC ini, MAN 2 Bantul diharapkan memperoleh gambaran yang bermanfaat untuk mendukung evaluasi dan penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan demikian, nilai-nilai cinta tidak hanya menjadi konsep dalam kurikulum, tetapi juga semakin nyata dalam budaya madrasah dan praktik pendidikan sehari-hari. (SS)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top