Lamongan (MAN 2 Bantul) — Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti MAN 1 Lamongan pada Sabtu (12/9/2026). Ratusan peserta dari berbagai madrasah aliyah terkemuka di Indonesia berkumpul untuk menghadiri sekaligus berkompetisi dalam gelaran Expo dan Rapat Kerja Nasional (EXTRANAS) Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN tahun 2026. Mengusung tema besar “BERDAYA SAING GLOBAL, BERKARAKTER LOKAL”, ajang nasional ini menjadi wadah unjuk bakat, kreativitas, serta inovasi vokasional para siswa madrasah.
Salah satu cabang perlombaan yang paling menarik perhatian dan menyedot antusiasme penonton adalah Lomba Tata Busana Kategori Fashion Draping dan Peragaan. Pada ajang bergengsi ini, tim perwakilan dari MAN 2 Bantul turut ambil bagian dan berhasil mencuri perhatian para dewan juri serta hadirin. Tim MAN 2 Bantul diperkuat oleh tiga siswi berbakat kelas XII D, yakni Yasmin, Anita Putri Cahyaningrum, dan Aurora Keysha Az Zahra, dengan pendampingan intensif dari guru pembimbing Tata Busana, Murti Madiyanti, S.Pd.
Lomba Tata Busana Kategori Fashion Draping dan Peragaan merupakan kompetisi yang menguji ketangkasan, kreativitas, dan tingkat presisi peserta dalam mendesain serta menata busana secara langsung tanpa proses menjahit konvensional. Dalam ajang ini, peserta ditantang untuk merancang busana pesta bertema keindahan lokal yang siap bersaing secara global.
Tujuan utama dilaksanakannya ajang kompetisi ini adalah untuk mengasah keterampilan teknis desain dan penataan busana secara praktis, merangsang daya cipta peserta didik, serta mempromosikan inovasi gaya terbaru dalam dunia fashion berbasis madrasah. Melalui ajang ini, para siswa dibuktikan tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki keterampilan vokasional berstandar profesional.
Mekanisme dan aturan yang diterapkan panitia dalam Lomba Fashion Draping dan Peragaan ini sangat ketat dan menuntut konsentrasi tinggi dari seluruh peserta. Setiap tim terdiri dari tiga orang siswa yang membagi peran secara solid: dua orang bertindak sebagai perancang/penata busana, dan satu orang berperan sebagai model yang akan memperagakan hasil karya di atas panggung.
Rangkaian perlombaan diawali dengan registrasi ulang peserta yang wajib dilakukan 30 menit sebelum acara dimulai. Setiap tim diwajibkan membawa dan menyerahkan sketsa desain busana pesta berbentuk gambar pada kertas ukuran F4. Sebelum proses pembuatan dimulai, dewan juri melakukan pemeriksaan ketat terhadap desain serta bahan kain draping yang dibawa oleh masing-masing peserta guna memastikan semua perlengkapan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.
Tantangan sesungguhnya dimulai saat durasi waktu 120 menit (2 jam) berjalan. Dalam kurun waktu tersebut, peserta harus mentransformasikan kain polos menjadi busana pesta yang elegan dan megah menggunakan teknik Wrap and Drap. Aturan utama pembuatan busana ini sangat unik dan menantang:
-
Tanpa pola paper/kertas;
-
Tanpa proses jahit mesin;
-
Wajib mengaplikasikan teknik memutar, memilin, mengayun, menjalin/ikat, dan tusuk jelujur manual.
Seluruh perlengkapan dan bahan draping disiapkan secara mandiri oleh masing-masing tim peserta. Setelah pembuatan selesai, model dari setiap tim wajib memperagakan busana tersebut dalam sesi fashion show di hadapan para juri dan penonton.
Proses penilaian dilakukan secara terukur dan transparan oleh tim juri ahli di bidang tata busana. Terdapat lima aspek utama yang menjadi tolok ukur kelayakan karya:
-
Kreativitas (Bobot 30%): Menilai keunikan ide, inovasi bentukan kain, dan orisinalitas konsep busana pesta.
-
Kesesuaian Tema (Bobot 20%): Menilai sejauh mana hasil draping mencerminkan tema busana pesta berkarakter lokal.
-
Kerapian (Bobot 20%): Menilai kebersihan, ketepatan lipatan, serta kekokohan ikatan dan jelujur kain pada tubuh model.
-
Performance / Peragaan (Bobot 20%): Menilai keluwesan model, kepercayaan diri, cara berjalan (catwalk), serta ekspresi saat memperagakan karya.
-
Ketepatan Waktu (Bobot 10%): Menilai kedisiplinan tim dalam menyelesaikan karya sesuai durasi 120 menit.
  
Tim MAN 2 Bantul tampil sangat kompak dan tenang. Yasmin, Anita, dan Aurora berbagi tugas secara efisien. Kain bernuansa hijau anggun dan motif etnik berhasil ditata dengan apik pada tubuh model, membentuk gaun pesta yang mewah lengkap dengan juntaian selendang yang memikat. Sesi peragaan busana ditutup dengan tepuk tangan meriah saat sang model berjalan penuh percaya diri memamerkan hasil karya mereka.
Guru pembimbing Keterampilan Tata Busana MAN 2 Bantul, Murti Madiyanti, mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi dan kerja keras para siswinya. “Anak-anak telah berlatih keras dan mampu menunjukkan ketenangan serta keterampilan terbaik mereka di panggung tingkat nasional EXTRANAS 2026 ini. Ini adalah bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing di bidang fashion industri modern,” tuturnya.
Keikutsertaan MAN 2 Bantul dalam ajang EXTRANAS 2026 di MAN 1 Lamongan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal dalam kancah nasional maupun global. (TM)






