Dari MAN 2 Bantul untuk DIY, Riyadi Setyawan Juara III sebagai ASN Inspiratif 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) — Rasa syukur dan kebanggaan dirasakan Riyadi Setyawan, guru seni MAN 2 Bantul, setelah berhasil meraih Juara 3 kategori ASN Inspiratif Madrasah Aliyah (MA) tingkat Provinsi DIY 2026 dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah. Penghargaan tersebut diterimanya pada Selasa (29/9/2026) di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.

Bagi Riyadi, pencapaian tersebut bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi menjadi pengalaman berharga sekaligus dorongan untuk terus mengembangkan diri. Sebelumnya, ia berhasil meraih Juara 1 GTK Inspiratif tingkat Kabupaten Bantul, hingga kemudian berkesempatan mewakili Bantul pada ajang tingkat provinsi.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas capaian ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan semata-mata tentang juara, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi madrasah,” ungkap Riyadi.

Menurut Riyadi, proses mengikuti Anugerah GTK memberikan banyak pengalaman. Ia mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan berbagai kegiatan dan kontribusi yang selama ini dilakukan sebagai guru, sekaligus melihat praktik baik yang dilakukan oleh para guru dan tenaga kependidikan dari madrasah lain di DIY.

“Prosesnya memberikan banyak pelajaran. Saya bisa melihat bahwa banyak guru di madrasah yang memiliki karya, inovasi, dan pengabdian luar biasa. Hal itu justru membuat saya semakin termotivasi untuk terus mengembangkan diri,” tuturnya.

Sebagai guru seni, Riyadi selama ini berupaya menjadikan seni sebagai ruang bagi peserta didik untuk berekspresi, berkreasi, percaya diri, dan menemukan potensi dirinya. Baginya, pembelajaran seni tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan sebuah karya, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter dan mengembangkan kreativitas siswa.

“Bagi saya, seni bukan hanya tentang menghasilkan karya. Di dalam proses berkesenian, anak-anak belajar berani tampil, menghargai proses, bekerja sama, disiplin, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri,” jelasnya.

Riyadi juga menyadari bahwa prestasi yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga besar MAN 2 Bantul. Dukungan dari pimpinan, rekan guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik menjadi energi tersendiri dalam mengikuti setiap tahapan kompetisi.

“Terima kasih kepada keluarga besar MAN 2 Bantul yang selalu memberikan dukungan. Prestasi ini tentu tidak bisa saya raih sendirian. Ada banyak pihak yang ikut memberikan semangat dan membantu dalam prosesnya,” katanya.

Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi dapat menjadi pemantik semangat untuk terus menghadirkan karya dan inovasi di madrasah.

“Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. Saya juga berharap bisa menginspirasi teman-teman guru lainnya untuk berani mencoba, berinovasi, dan menunjukkan karya terbaiknya,” harap Riyadi.

Bagi Riyadi, menjadi guru inspiratif bukan tentang seberapa banyak penghargaan yang diperoleh, melainkan tentang seberapa jauh karya dan pengabdian yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik dan lingkungan madrasah. (ith)

Dari seni, Riyadi terus berkarya. Dari madrasah, ia menginspirasi.

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top