Bantul (MAN 2 Bantul) — Dedikasi panjang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat apresiasi. Guru Fisika MAN 2 Bantul, Iksan Taufik Hidayanto, menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia bersama tiga guru MAN 2 Bantul lainnya.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Senin (17/8/2026), bersamaan dengan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Aminudin.
Sebanyak 32 ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi mereka selama menjalankan tugas.
Dalam sambutannya, Aminudin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan.
“Selamat kepada 32 ASN yang mendapatkan penghargaan. Ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Bapak/Ibu sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Aminudin.
21 Tahun Mengabdi di Dunia Pendidikan
Bagi Iksan Taufik H, penghargaan tersebut menjadi catatan istimewa dalam perjalanan pengabdiannya sebagai ASN. Ia telah mengabdikan diri selama 21 tahun sejak 2005.
Perjalanan pengabdiannya dimulai di MAN 1 Banyumas. Selama kurang lebih enam tahun, Iksan menjalankan tugas sebagai pendidik sebelum kemudian berpindah tugas pada 2012 ke MA Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Bantul, Yogyakarta.
Selama sekitar sepuluh tahun mengabdi di madrasah tersebut, Iksan kemudian melanjutkan pengabdiannya di MAN 2 Bantul sejak 2022 hingga sekarang.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan sebagai ASN bukan hanya tentang berapa lama kita bekerja, tetapi juga bagaimana kita memberikan manfaat melalui tugas yang kita jalankan,” ungkap Iksan.

Prestasi Mengiringi Pengabdian
Selain menjalankan tugas sebagai guru, Iksan juga aktif mengembangkan inovasi dalam pembelajaran Fisika. Sejumlah prestasi pernah diraihnya selama perjalanan sebagai pendidik.
Di antaranya adalah Science Education Award tahun 2010, Juara III Lomba Media Pembelajaran MA Kementerian Agama DIY, serta penghargaan ASN Excellent Kementerian Agama Kabupaten Bantul tahun 2025.
Berbagai inovasi media pembelajaran dan pemanfaatan teknologi juga terus dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran Fisika agar lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
Menurut Iksan, Satyalancana Karya Satya bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik.
“Saya bersyukur atas penghargaan ini. Dua puluh satu tahun perjalanan sebagai ASN tentu tidak lepas dari dukungan banyak pihak, terutama keluarga, rekan kerja, pimpinan, dan para siswa. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan yang terbaik bagi madrasah serta dunia pendidikan,” kata Iksan.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk terus menjaga semangat pengabdian dan menghadirkan inovasi pendidikan di madrasah. Bagi Iksan, menjadi guru bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mencerdaskan generasi bangsa. (ith)






