Siswa MAN 2 Bantul Ikuti Pelatihan Daur Ulang Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) – Semangat menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh para peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul melalui aksi nyata di ruang publik. Pada Selasa (4/8/2026), sejumlah siswa wakil MAN 2 Bantul menghadiri serta mengikuti secara aktif pelatihan daur ulang sampah yang digelar di area pelaksanaan agenda tahunan Bantul Creative Expo 2026. Kehadiran para siswa madrasah dalam ajang pameran dan edukasi daerah ini menjadi momentum penting untuk membuktikan komitmen generasi muda dalam mengasah keterampilan sekaligus menjaga kebersihan bumi melalui aksi pengurangan limbah.

Pelatihan daur ulang yang penuh dengan nilai edukasi ini diselenggarakan langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul sebagai salah satu pengisi rangkaian acara utama Bantul Creative Expo 2026. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk menyasar kelompok pelajar dari berbagai jenjang sekolah di wilayah Bantul serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada isu lingkungan. Pihak penyelenggara memfokuskan pelatihan pada penanganan limbah anorganik yang kerap terabaikan namun berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.

Dalam sesi pelatihan kali ini, materi difokuskan pada pemanfaatan limbah kain perca atau sisa-sisa potongan kain hasil konveksi. Di bawah panduan penuh para instruktur berpengalaman dari DLH Kabupaten Bantul, para peserta diajarkan teknik-teknik dasar mengolah kain sisa menjadi produk hiasan bunga dinding yang indah dan bernilai estetika tinggi. Proses pembelajaran dilakukan secara langsung (hands-on), di mana para siswa diajak memahami secara utuh bagaimana sebuah bahan bekas yang awalnya dianggap sampah dapat diubah menjadi barang kerajinan tangan bernilai ekonomi.

Selama kegiatan berlangsung sejak pagi hingga selesai, para siswa MAN 2 Bantul tampak antusias menyerap setiap instruksi yang diberikan. Mereka terlibat aktif mendampingi instruktur dalam setiap tahapan pembuatan kerajinan, mulai dari memilah jenis dan warna kain perca yang sesuai, memotong bahan sesuai pola bunga, hingga merangkai tiap kelopak menjadi hiasan dinding yang kokoh dan menarik. Suasana pelatihan terasa hidup dan interaktif karena para peserta bebas berkonsultasi serta mengekspresikan kreativitas seni mereka tanpa canggung.

Tujuan utama dari keikutsertaan dalam pelatihan ini adalah untuk menanamkan pemahaman mendalam mengenai prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) pada diri para siswa. Selain membekali peserta didik dengan keterampilan wirausaha (entrepreneurship) berbasis produk kreatif ramah lingkungan, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwasanya sampah yang ada di lingkungan sekitar dapat menjadi sarana peningkatan ekonomi apabila diolah dengan ide-ide inovatif.

Keikutsertaan siswa MAN 2 Bantul dalam agenda DLH Kabupaten Bantul ini merupakan wujud nyata dukungan penuh madrasah terhadap program pemerintah daerah terkait pelestarian lingkungan hidup dan pengembangan potensi peserta didik. Pihak madrasah berharap, pengetahuan dan pengalaman berharga yang didapatkan oleh para perwakilan siswa dari Bantul Creative Expo 2026 ini tidak berhenti di tempat pelatihan saja, melainkan dapat ditularkan kepada seluruh warga madrasah. Langkah ini diharapkan mampu membentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan MAN 2 Bantul. (Muslimah)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top