Pembelajaran Sistem Blok, Siswa Kelas X B MAN 2 Bantul Ikuti Asesmen Formatif Kimia

Bantul (MAN 2 Bantul) — Siswa kelas X B MAN 2 Bantul mengikuti asesmen formatif mata pelajaran Kimia pada Rabu (29/7/2026). Asesmen dilaksanakan setelah siswa menyelesaikan pembelajaran materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur melalui sistem blok.
Dalam sistem blok, pembelajaran Kimia dilaksanakan dengan alokasi waktu yang lebih panjang pada hari yang sama. Sistem ini memberikan kesempatan kepada guru untuk menyampaikan materi, membimbing diskusi dan latihan, serta melaksanakan asesmen secara lebih terstruktur. Namun, pembelajaran dengan durasi yang cukup panjang juga memerlukan strategi bervariasi agar siswa tetap fokus dan tidak mengalami kejenuhan.
Asesmen formatif dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Materi yang diasesmen meliputi partikel penyusun atom, nomor atom dan nomor massa, isotop, konfigurasi elektron, serta penentuan golongan dan periode unsur dalam sistem periodik.
Soal asesmen disusun dalam beberapa bentuk, yaitu pilihan ganda, memasangkan, dan uraian, dengan skor maksimal 100. Variasi bentuk soal tersebut diharapkan dapat mengukur kemampuan siswa secara lebih menyeluruh, mulai dari pemahaman konsep hingga kemampuan menerapkannya dalam penyelesaian masalah.
Guru Kimia MAN 2 Bantul, Puji Lestari, menjelaskan bahwa pelaksanaan asesmen kali ini masih menggunakan soal dalam bentuk cetak atau hardcopy. Hal tersebut disebabkan siswa kelas X sebagai peserta didik baru belum memiliki akun untuk mengakses aplikasi Smart Mandaba.
Untuk sementara, asesmen masih menggunakan soal hardcopy karena siswa baru belum mempunyai akun Smart Mandaba. Setelah akun tersedia, aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan asesmen berikutnya,” jelas Puji.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengerjakan soal secara mandiri, tertib, dan bersungguh-sungguh. Mereka berusaha menerapkan pemahaman yang telah diperoleh selama proses pembelajaran untuk menyelesaikan setiap bagian soal.
Melalui asesmen formatif ini, guru dapat memetakan ketercapaian tujuan pembelajaran sekaligus mengidentifikasi materi yang masih memerlukan penguatan. Hasil asesmen selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi untuk merancang tindak lanjut berupa pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan pembelajaran dan pendampingan bagi siswa yang masih memerlukan bimbingan.
Pelaksanaan asesmen formatif tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran Kimia berbasis sistem blok di MAN 2 Bantul. Dengan asesmen yang terarah dan berkelanjutan, pembelajaran diharapkan semakin efektif serta mampu membantu siswa memahami konsep-konsep Kimia secara bertahap dan mendalam. (Pjl)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top