Bantul (MAN 2 Bantul) — Inovasi pembelajaran terus dikembangkan di MAN 2 Bantul sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Salah satu inovasi tersebut dilakukan oleh guru Fisika MAN 2 Bantul, Iksan Taufik Hidayanto, yang berhasil menyusun serangkaian infografik bahan ajar digital dengan desain modern, menarik, dan mudah dipahami peserta didik.
Infografik tersebut disusun untuk mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sekaligus mengintegrasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran Fisika. Setiap materi dirancang dalam bentuk poster edukatif berukuran besar yang memuat capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, ringkasan materi, aktivitas pembelajaran, praktikum digital, penerapan dalam kehidupan sehari-hari, refleksi, hingga kutipan motivasi dari Al-Qur’an yang relevan dengan materi.
Beberapa materi yang telah dikembangkan antara lain Pengukuran, Besaran, Sistem Satuan, Notasi Ilmiah dan Angka Penting, Vektor, Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), Gerak Parabola, serta Sumber Energi. Seluruh infografik dirancang menggunakan ilustrasi, ikon, diagram, grafik, dan tata letak profesional sehingga lebih komunikatif dan menarik bagi peserta didik.
Selain materi inti, setiap infografik juga dilengkapi dengan kegiatan Deep Learning yang terdiri atas tahap memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Peserta didik diajak melakukan eksplorasi melalui praktikum nyata maupun simulasi digital PhET Interactive Simulations, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.
Menurut Iksan Taufik H., pengembangan infografik ini bertujuan menghadirkan media pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
“Pembelajaran akan lebih bermakna ketika peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menarik secara visual, mudah dipahami, serta dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai spiritual. Karena itu, setiap materi saya kemas dalam bentuk infografik yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta dan aktivitas Deep Learning,” jelasnya.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, media pembelajaran seperti ini sangat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inspiratif.
“Keren. Kalau semua bapak ibu guru bikin seperti ini, diprint, dilaminating, dan ditempel di kelas-kelas, bagus banget.”
Pernyataan tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap budaya inovasi yang terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Bantul. Infografik yang dipasang di ruang kelas tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi sumber belajar yang selalu dapat diakses siswa kapan pun dibutuhkan.
Pengembangan media pembelajaran ini sekaligus memperkuat komitmen MAN 2 Bantul sebagai Madrasah Technopreneur, Terampil Berkarakter yang terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Melalui inovasi seperti ini, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai desainer pengalaman belajar yang kreatif, inspiratif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital.
Dengan hadirnya infografik pembelajaran tersebut, diharapkan peserta didik semakin mudah memahami konsep-konsep Fisika yang abstrak, memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan, serta tumbuh menjadi generasi yang berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (ith)






