Seleksi Berbasis Potensi, MAN 2 Bantul Gelar Wawancara PMBM Jalur Reguler

Bantul (MAN 2 Bantul) – Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) bukan sekadar proses seleksi administrasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengenali karakter, potensi, dan cita-cita peserta didik. Berangkat dari semangat tersebut, MAN 2 Bantul menyelenggarakan wawancara PMBM jalur reguler yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lulusan SMP/MTs dari berbagai sekolah di Kabupaten Bantul maupun luar daerah sebagai bagian dari proses pemetaan calon peserta didik sebelum memulai pembelajaran di madrasah.

Wawancara dirancang untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai karakter dan kompetensi awal calon siswa sehingga madrasah dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi masing-masing peserta didik.

Ketua panitia PMBM menjelaskan bahwa proses wawancara dibagi menjadi dua aspek utama, yaitu wawancara kepribadian dan wawancara keterampilan. Melalui wawancara kepribadian, tim pewawancara menggali berbagai informasi mengenai karakter calon siswa, pola pikir, pola perilaku, gaya belajar, capaian akademik maupun nonakademik, kondisi keluarga, dukungan sarana belajar di rumah, hingga visi dan rencana mereka setelah menyelesaikan pendidikan di jenjang madrasah aliyah. Selain itu, kemampuan membaca Al-Qur’an juga menjadi salah satu aspek yang dipetakan sebagai bagian dari karakteristik pendidikan di madrasah.

Sementara itu, wawancara keterampilan difokuskan pada kompetensi awal yang telah dimiliki calon siswa sesuai program keterampilan yang diminati. Tim pewawancara menggali pengalaman, minat, motivasi belajar, ketersediaan sarana pendukung, serta target yang ingin dicapai selama menempuh pendidikan di MAN 2 Bantul. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai kesiapan peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran berbasis keterampilan yang menjadi salah satu keunggulan madrasah.

Proses wawancara dilaksanakan secara langsung antara tim pewawancara dengan calon siswa. Pada beberapa aspek tertentu, tim juga melakukan konfirmasi kepada orang tua untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai perkembangan, kebiasaan belajar, maupun dukungan keluarga terhadap pendidikan putra-putrinya. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik antara madrasah dan orang tua sejak awal peserta didik bergabung di MAN 2 Bantul.

Hasil sementara wawancara menunjukkan kecenderungan yang menarik. Sebagian besar calon siswa menyampaikan keinginan untuk langsung memasuki dunia kerja setelah lulus dari jenjang SLTA. Temuan ini menjadi masukan penting bagi madrasah dalam memperkuat program keterampilan, pengembangan kompetensi vokasional, serta pembinaan karakter agar lulusan tidak hanya memiliki bekal akademik yang baik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala MAN 2 Bantul, Nurhasanah Rahmawati menyampaikan bahwa wawancara PMBM memiliki peran strategis dalam mengenali potensi setiap calon peserta didik sejak awal.

“Melalui wawancara ini, kami tidak hanya mengenal kemampuan akademik calon siswa, tetapi juga memahami karakter, minat, motivasi, serta cita-cita mereka. Informasi tersebut menjadi dasar bagi madrasah untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih tepat, sehingga setiap peserta didik dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau berharap hasil pemetaan tersebut dapat menjadi landasan dalam merancang pembinaan akademik, penguatan karakter, layanan bimbingan dan konseling, serta pengembangan program keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia kerja.

Melalui pelaksanaan wawancara PMBM jalur reguler ini, MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang tidak hanya objektif dan transparan, tetapi juga berorientasi pada pengembangan potensi. Dengan mengenali karakter, bakat, minat, dan cita-cita calon siswa sejak awal, madrasah optimistis dapat menghadirkan layanan pendidikan yang lebih personal, berkualitas, dan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Yn)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top