Bantul (MAN 2 Bantul) — Guru MAN 2 Bantul yang meraih predikat ASN Excellent 2025, Iksan Taufik Hidayanto, mengadakan diskusi bersama para calon kandidat Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama D.I. Yogyakarta Tahun 2026 pada Rabu (20/5/26) di ruang guru MAN 2 Bantul.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai persiapan menghadapi seleksi tingkat Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Diskusi diikuti oleh enam kandidat dari berbagai kategori, yaitu Nurhayati (GTK Inovatif), Is Dwiyanti (GTK Lintas Iman), Karlina (GTK Inspiratif), Riyadi Setyawan (GTK Inovatif), dan Prema M Jannah (GTK Inovatif). Sedangkan Menara Lintang Was (GTK Inovatif) berhalangan hadir karena ada suatu hal.
Dalam suasana santai namun penuh semangat, Iksan memberikan arahan terkait dokumen yang harus dipersiapkan oleh masing-masing peserta. Salah satu pembahasan utama adalah pembuatan feature profil diri yang dilengkapi tautan (link) untuk mendeskripsikan identitas, kelebihan, keunikan, serta alasan mengapa layak dipilih sebagai GTK Madrasah Inspiratif, Inovatif, Berdedikasi, maupun Apresiasi Guru Lintas Iman.
Feature tersebut disusun dalam format visual menggunakan Canva, bukan dalam bentuk paragraf panjang, sehingga lebih menarik dan komunikatif saat dinilai oleh tim seleksi.
Selain itu, peserta juga diarahkan untuk menyiapkan video berdurasi maksimal lima menit yang menggambarkan aktivitas, prestasi, inovasi, dan kontribusi sesuai kategori yang diikuti. Video tersebut diharapkan mampu menampilkan karakter dan kekuatan masing-masing kandidat secara kreatif dan inspiratif.
Iksan menyampaikan bahwa persiapan yang matang sangat penting agar para peserta mampu menunjukkan potensi terbaiknya dalam ajang tersebut. Ia juga memberikan berbagai tips terkait penyusunan konten visual, alur video, hingga strategi menampilkan keunggulan pribadi secara efektif.
Salah satu peserta kategori GTK Inovatif, Riyadi Setyawan, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan diskusi tersebut. “Diskusi ini sangat membantu kami dalam memahami teknis penyusunan dokumen dan video yang sesuai dengan ketentuan lomba. Banyak masukan yang sangat bermanfaat, terutama bagaimana menampilkan potensi diri dengan cara yang kreatif dan menarik,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung dengan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias saling bertukar ide, pengalaman, dan masukan demi menghasilkan karya terbaik untuk mengikuti seleksi Anugerah GTK Kementerian Agama D.I. Yogyakarta Tahun 2026. (ith)






