Bantul (MAN Bantul) – Suasana kelas X A MAN 2 Bantul pada Kamis (7/5/2026) tampak berbeda dari biasanya. Meskipun tidak berada di dalam laboratorium multimedia yang menjadi tempat rutin praktik teknologi, antusiasme para siswa justru memuncak. Keterbatasan akses ruang lab hari itu tidak menjadi penghalang bagi proses transfer ilmu. Sebaliknya, hal ini menjadi momentum lahirnya inovasi pembelajaran berbasis gamifikasi dan metaverse melalui platform ZEP Quiz.
Kegiatan yang berlangsung pada jam pelajaran Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi) ini dipandu langsung oleh Afiah Nur Aqini, selaku instruktur Prodistik, didampingi oleh Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul. Keduanya berkolaborasi menyulap ruang kelas konvensional menjadi arena kompetisi digital yang interaktif.
Keputusan untuk memindahkan lokasi belajar ke dalam kelas diambil karena adanya kendala teknis pada penggunaan laboratorium multimedia. Namun, tim pengajar Prodistik telah menyiapkan skenario pembelajaran yang tidak kalah seru. Fokus kegiatan kali ini adalah penguatan kembali (review) materi Canva Edu yang telah dipelajari siswa pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Materi yang diujikan mencakup berbagai elemen desain grafis terapan yang sangat krusial bagi kompetensi multimedia siswa, antara lain:
-
Pembuatan Logo: Filosofi warna dan bentuk.
-
Kartu Usaha: Tata letak informasi profesional.
-
Brosur dan Poster: Teknik penyampaian pesan visual yang efektif.
-
Kemasan Produk: Desain tiga dimensi yang menarik konsumen.
-
Presentasi (PPT): Struktur slide yang dinamis dan informatif.
Untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi-materi tersebut, Tuti menggunakan platform ZEP Quiz. Platform ini merupakan terobosan baru dalam dunia edukasi yang menggabungkan konsep kuis interaktif dengan ekosistem metaverse.
Berbeda dengan platform kuis konvensional yang cenderung statis, ZEP Quiz memungkinkan guru menciptakan soal secara otomatis menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI) hanya dalam waktu kurang dari lima menit. Keunggulan utamanya terletak pada pengalaman pengguna; siswa tidak sekadar memilih jawaban A, B, atau C di layar yang kaku, melainkan menggerakkan avatar mereka di dalam peta virtual.
“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, aktif, dan kompetitif. Dengan ZEP Quiz, siswa merasa seperti sedang bermain game petualangan, padahal mereka sedang mengerjakan evaluasi materi Canva yang cukup kompleks,” ujar Tuti di sela-sela pendampingan siswa.
Begitu kode akses dibagikan, para siswa kelas X A segera masuk ke dalam ruang virtual. Di layar gawai masing-masing, terlihat avatar-avatar unik yang merepresentasikan setiap siswa mulai menjelajahi peta. Mereka harus berlomba-lomba menuju titik-titik pertanyaan untuk mendapatkan poin.

Riuh rendah suara siswa terdengar saat salah satu dari mereka berhasil memuncaki klasemen atau ketika avatar mereka terjebak dalam rintangan di dalam peta. Suasana kompetitif namun sehat ini memicu siswa untuk mengingat kembali detail-detail teknis penggunaan Canva Edu, seperti cara mengatur layer, memilih tipografi, hingga mengekspor berkas dalam berbagai format.
Afiah menambahkan bahwa penggunaan teknologi game-based learning seperti ini sangat efektif untuk meminimalisir kejenuhan siswa. “Siswa zaman sekarang adalah digital native. Pendekatan metaverse seperti ZEP Quiz membuat mereka lebih fokus dan tertantang untuk menyelesaikan setiap misi desain yang diberikan dalam bentuk soal kuis,” ungkapnya.
Kegiatan yang berakhir menjelang siang tersebut ditutup dengan pengumuman skor tertinggi. Meski dilakukan di dalam kelas dengan segala keterbatasannya, pembelajaran Prodistik hari itu membuktikan bahwa kreativitas guru dalam memanfaatkan platform digital dapat melampaui batasan fisik ruangan.
Melalui integrasi kurikulum teknologi dan metode gamifikasi, MAN 2 Bantul terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya mahir secara teknis dalam bidang informatika, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan tren digital masa depan. Belajar sambil bermain bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang nyata di kelas X A MAN 2 Bantul. ™






