Bantul (MAN Bantul) – Suasana Ruang Multimedia I MAN 2 Bantul tampak berbeda pada Jumat pagi (8/5/2026). Siswa-siswi kelas X B terlihat fokus menatap layar monitor masing-masing. Bukan sedang bermain gim atau berselancar di media sosial tanpa tujuan, melainkan mereka tengah asyik mengutak-atik elemen visual dalam platform desain digital. Hari itu, para siswa sedang menjalani praktik langsung pembuatan desain kemasan produk sebagai bagian dari kurikulum inovatif madrasah.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka jam mata pelajaran Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi). Prodistik sendiri merupakan program unggulan yang bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membekali siswa dengan keterampilan digital praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan masa kini.
Di bawah bimbingan Afiah Nur Aqini, selaku instruktur Prodistik, dan Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul, para siswa diajak untuk mengeksplorasi fitur-fitur premium dari Canva Edu. Penggunaan platform ini dipilih karena aksesibilitasnya yang mudah namun memiliki hasil yang terlihat profesional. “Kami ingin siswa tidak hanya sekadar tahu cara mengoperasikan komputer, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai jual. Desain kemasan adalah salah satu aspek vital dalam pemasaran produk,” ujar Tuti di sela-sela pendampingan siswa.
Para siswa kelas X B tampak antusias memilih palet warna, tipografi, hingga ilustrasi yang sesuai dengan konsep produk yang mereka bayangkan. Ada yang mendesain kemasan untuk keripik lokal, minuman kekinian, hingga produk kosmetik organik.
Dalam sesi praktik ini, instruktur tidak hanya membebaskan siswa berkreasi secara estetika, tetapi juga menekankan pentingnya informatif sebuah kemasan. Afiah Nur Aqini menjelaskan bahwa sebuah desain kemasan yang baik harus mampu menjadi “komunikator” antara produsen dan konsumen.
Berdasarkan arahan instruktur, setiap karya siswa wajib mencakup elemen-elemen penting berikut:
-
Nama Produk: Identitas utama yang harus mudah dibaca.
-
Gambar atau Logo: Representasi visual untuk membangun brand awareness.
-
Komposisi: Transparansi mengenai bahan-bahan yang terkandung dalam produk.
-
Alamat Produksi: Informasi lokasi pembuatan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
-
Label Halal: Unsur penting bagi pasar di Indonesia guna menjamin keamanan konsumsi.
-
Masa Kadaluwarsa: Informasi krusial terkait aspek kesehatan dan keamanan.
-
Kontak Person: Akses bagi konsumen untuk melakukan pemesanan atau komplain, baik melalui nomor WhatsApp, email, maupun akun media sosial.
Kegiatan ini bukan sekadar tugas sekolah rutin. Bagi MAN 2 Bantul, integrasi teknologi informasi dengan konsep kewirausahaan adalah langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang mandiri. Dengan menguasai desain kemasan, siswa diharapkan memiliki bekal jika suatu saat ingin merintis usaha mandiri atau membantu UMKM di lingkungan tempat tinggal mereka.

Afiah Nur Aqini menambahkan bahwa Canva Edu memberikan kemudahan bagi siswa untuk berkolaborasi secara real-time. “Siswa belajar tentang hierarki visual—mana informasi yang harus ditonjolkan dan mana yang menjadi pelengkap. Dengan fitur edukasi ini, mereka bisa mengakses ribuan aset grafis secara gratis yang biasanya berbayar, sehingga kreativitas mereka benar-benar tidak terbatas,” ungkapnya.
Salah satu siswa kelas X B mengaku sangat terbantu dengan adanya jam pelajaran Prodistik ini. Menurutnya, mempelajari desain grafis terasa lebih menyenangkan karena langsung dipraktikkan pada objek yang nyata, yaitu kemasan produk.
“Dulu saya pikir membuat desain kemasan itu sulit dan harus pakai aplikasi yang berat. Ternyata dengan Canva Edu dan arahan dari Ibu Afiah serta Ibu Tuti, kami bisa membuat desain yang keren dalam waktu singkat. Saya jadi punya ide untuk memperbaiki kemasan jualan makanan ibu saya di rumah,” ujar Keysa dengan penuh semangat.
Hingga berakhirnya jam pelajaran, Ruang Multimedia I masih dipenuhi dengan diskusi hangat mengenai pemilihan warna dan tata letak. Karya-karya yang dihasilkan nantinya akan dievaluasi dan dicetak untuk melihat bagaimana tampilan desain tersebut jika diaplikasikan pada bentuk fisik kemasan. Langkah kecil di ruang kelas ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya desainer-desainer muda dan wirausahawan kreatif dari MAN 2 Bantul di masa depan. ™






