Bantul (MAN 2 Bantul) – Puncak acara Kemah Bakti MAN 2 Bantul berlangsung dengan penuh khidmat melalui prosesi penyulutan api unggun yang dilaksanakan pada Rabu malam (malam Kamis) pukul 22.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh kakak pembina, Agus, dan diikuti seluruh peserta kemah dengan suasana yang tertib dan penuh makna. Bertempat di lapangan kompleks Bumi Perkemahan Banyunibo, api unggun menjadi simbol semangat kebersamaan dan persatuan di antara para peserta.
Dalam prosesi tersebut, nyala api yang mulai berkobar seolah membawa energi baru bagi seluruh peserta kemah. Cahaya api yang terang di tengah malam menggambarkan semangat yang terus menyala dalam diri setiap peserta untuk belajar, berjuang, dan saling mendukung satu sama lain. Momen ini tidak hanya menjadi puncak kegiatan secara seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana malam yang hening berpadu dengan hangatnya kobaran api unggun menciptakan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Dengan penuh khidmat, kegiatan ini berjalan lancar dan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan, sekaligus menjadi penutup rangkaian acara hari itu dengan penuh makna dan semangat yang membara.
Kakak pembina Agus dalam arahannya menyampaikan bahwa api unggun bukan sekadar tradisi dalam kegiatan perkemahan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Api melambangkan semangat juang, keberanian, serta tekad yang harus terus dijaga oleh setiap peserta.
āApi unggun ini bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi juga pengingat bahwa semangat kita harus terus menyala dalam kondisi apa pun. Saya berharap seluruh peserta dapat membawa nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan persatuan ini ke dalam kehidupan sehari-hari,ā ungkap Agus.
Ia juga menambahkan, āMelalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Ketika kita saling mendukung dan menjaga semangat, maka setiap tantangan akan terasa lebih ringan.ā
Sorak semangat dan kebersamaan yang terjalin di sekitar api unggun semakin mempererat hubungan antar peserta kemah. Momen ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguat solidaritas, di mana setiap peserta merasakan kehangatan tidak hanya dari api yang menyala, tetapi juga dari kebersamaan yang tercipta. Puncak acara ini pun menjadi salah satu kenangan paling berkesan dalam rangkaian Kemah Bakti, yang akan terus diingat oleh seluruh peserta.(spt)






