Bantul (MAN 2 Bantul) — Kepala MAN 2 Bantul mengapresiasi kegiatan penguatan kompetensi jurnalistik yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan pelajar dari MAN 2 Bantul, SMKN 1 Bantul, serta perwakilan dari Kalurahan Sabdodadi. Pelatihan yang berlangsung di Aula MAN 2 Bantul pada Selasa (31/03/2026) ini diikuti oleh sekitar 40 peserta. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Filosa Gita Sukmono, M.A., selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi UMY, yang memberikan materi terkait strategi jurnalistik di era digital.
Kepala MAN 2 Bantul dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Menurutnya, literasi media dan kemampuan jurnalistik bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, tetapi menjadi kebutuhan utama di tengah derasnya arus informasi. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Anak-anak tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami bagaimana menyajikan informasi yang akurat, menarik, dan berdampak luas. Ini penting untuk membentuk generasi yang cerdas bermedia dan mampu bersaing di era digital,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul Didik Joko Nugroho, S.Ant., M.IP. yang juga hadir menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi publik, khususnya generasi muda, dalam memahami informasi yang benar serta menangkal hoaks. “Kami ingin generasi muda menjadi agen literasi digital. Melalui jurnalistik, mereka bisa menyampaikan informasi yang benar sekaligus ikut mengawal demokrasi dengan cara yang cerdas dan kreatif,” ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, Filosa memaparkan materi inti yang berfokus pada teknik penulisan berita digital yang mampu “memenangkan algoritma” mesin pencari seperti Google. Ia menjelaskan bahwa jurnalistik modern tidak hanya berbicara soal isi, tetapi juga strategi distribusi konten.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain terkait penentuan judul yang kuat (headline) dengan kata kunci yang relevan dan menarik perhatian pembaca, penggunaan teknik SEO (Search Engine Optimization) sederhana dalam penulisan berita, struktur penulisan piramida terbalik yang tetap dipadukan dengan gaya storytelling, pemanfaatan kata kunci secara natural dalam paragraf pembuka, pentingnya kecepatan, akurasi, dan kredibilitas dalam publikasi berita serta strategi membangun engagement melalui media sosial
Menurut Filosa Gita Sukmono, berita yang baik di era digital adalah berita yang tidak hanya dibaca, tetapi juga mudah ditemukan. “Kalau ingin berita kalian dibaca banyak orang, maka harus ramah algoritma. Gunakan kata kunci yang tepat, buat judul yang kuat, dan pastikan isi tetap berkualitas. Jangan hanya viral, tapi juga valid,” jelasnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu siswa MAN 2 Bantul, Isro Arabianto kelas X A mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang sebelumnya belum pernah dipelajari di kelas. “Saya jadi tahu kalau menulis berita itu tidak cukup bagus saja, tapi juga harus strategis. Ternyata ada teknik supaya tulisan kita muncul di Google. Ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi digital di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintah dalam mencetak generasi muda yang kritis, kreatif, dan adaptif di era informasi. (nhr)






