Sentuhan Kearifan Lokal, Ikrar Syawalan MAN 2 Bantul Berbahasa Jawa Hidupkan Suasana Sakral

Bantul (MAN 2 Bantul) – Guru Seni Budaya MAN 2 Bantul, Riyadi Setyawan, mendapat amanah untuk membacakan ikrar Syawalan sebagai perwakilan guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan Syawalan yang digelar di halaman Masjid At Ta’awun pada Sabtu (28/3/2026) berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan, diikuti oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY Sidik Pramono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul Muntholib, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantul Musyadad, Pengawas Madrasah Heni Prilantari, Lurah Sabdodadi Siti Fatimah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Sabdodadi, Ketua Komite Atmaturida, serta keluarga besar MAN 2 Bantul.

Momentum ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan silaturahmi antara civitas akademika, para pemangku kepentingan, serta masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai pihak semakin menegaskan pentingnya kebersamaan dalam lingkungan madrasah.

Dalam prosesi tersebut, Riyadi Setyawan membacakan ikrar Syawalan menggunakan bahasa Jawa dengan penuh penghayatan. Penyampaian ikrar yang sarat nuansa kearifan lokal tersebut menghadirkan suasana sakral sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat, sehingga mampu menyentuh perasaan seluruh peserta yang hadir.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.45 WIB ini turut dihadiri oleh perwakilan Kanwil Kementerian Agama DIY, Kemenag Bantul, pengawas madrasah, pemerintah kalurahan, serta unsur TNI dan Polri. Kehadiran para tamu undangan tersebut semakin memperkuat makna Syawalan sebagai momentum kebersamaan dalam suasana Idulfitri.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di lingkungan MAN 2 Bantul.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa Syawalan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana strategis untuk mempererat ukhuwah dan membangun sinergi antar berbagai pihak. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang terbangun dapat menjadi dorongan positif bagi kemajuan madrasah.

Melalui perpaduan antara tradisi dan nilai budaya, kegiatan Syawalan MAN 2 Bantul kembali menegaskan perannya sebagai ruang kebersamaan yang tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur bagi generasi penerus. (rys)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top